Renungan

Kemampuan Berbicara

Apakah kamu memiliki talenta berbicara? Jika ya, bagaimana kamu menggunakan talenta berbicara?

Apakah talenta berbicara ini kita gunakan untuk menipu orang?

Apakah talenta berbicara ini kita gunakan hanya untuk mencari uang saja?

Apakah talenta berbicara ini kita gunakan untuk ketenaran diri sendiri?

Ada satu kutipan yang harus kita ingat! Ingatlah bahwa, “kemampuan berbicara adalah talenta yang Tuhan berikan kepadamu, bukan untuk kepentinganmu, tetapi untuk pelayan kepada-Nya, digunakan dengan benar untuk memajukan pekerjaan dan kemuliaan-Nya.” (The Voice in Speech and Song 25.1)

Jadi, gunakan talenta berbicara kita untuk kemuliaan nama Tuhan, untuk pelayanan, untuk memajukan pekerjaan-Nya. Tapi seringkali kita gunakan hanya untuk kepentingan diri kita sendiri.

Mungkin banyak dari kita berkata, “Tuhan, saya tidak mampu jika harus berbicara mengenai firman Tuhan. Saya tidak mampu untuk memberitakan kebenaran firman Tuhan. Jadi jangan utus aku, utuslah orang lain.”

Ingatlah janji Tuhan bahwa “. . . Aku akan menyertai lidahmu dan mengajar engkau, apa yang harus kaukatakan.” (Keluaran 4:12)

Jadi, hari ini kita belajar:

Pertama, jangan menggunakan kemampuan berbicara kita untuk kepentingan diri sendiri, tapi untuk kemuliaan nama Tuhan.

Kedua, jangan takut untuk memberitakan firman Tuhan karena Tuhan berjanji akan selalu menyertai dan mengajar kita.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

13 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 3) – Jangan Membiarkan Racun Tetap Melekat

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, semua orang yang melihatnya langsung menyimpulkan bahwa ia pasti…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 2) – Tetap Melayani di Tengah Tantangan

Setelah tiba di Pulau Malta, Paulus bukan hanya berdiam diri menikmati kehangatan api yang telah…

6 days ago