Renungan

Kalimat Penutup

Shabbat Shalom!

Apakah kesimpulan itu penting?

Ya! Tentu saja kesimpulan itu penting dan biasanya kesimpulan diletakkan di bagian-bagian akhir sebagai kalimat penutup.

Sekarang mari kita melihat Alkitab. Kira-kira kalimat penutup seperti apa yang dituliskan oleh pemazmur dalam kitab Mazmur?

Jika kita perhatikan kitab ini, maka dari awal hingga akhir berisi mengenai berbagai macam situasi (suka-duka) yang disertai dengan janji dan nasihat Tuhan.

Walaupun di dalamnya penuh dengan kondisi suka-duka, tapi kalimat terakhir buku ini berkata:

“Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! Haleluya!”

Mazmur 150:6

Mengapa kalimat ini diletakkan di akhir? Apa pelajaran penting yang ingin disampaikan kepada kita?

Kalimat ini mau mengajarkan kita bahwa di dalam menghadapi segala situasi dan kondisi kita saat ini, entah saat ini kita dalam kondisi:

Penuh sukacita…
Mengalami dukacita…
Merasa sendiri…
Lemah dan tak berdaya…
Berkelimpahan…
Menghadapi masalah…

Apapun situasi kita, kita diajak untuk tetap memuji nama Tuhan.

Bagaimana kita memuji nama Tuhan?

Salah satu cara memuji nama Tuhan adalah dengan mengucap syukur.

Itulah sebabnya firman Tuhan berkata, “Mengucap syukurlah dalam segala hal…”  (1 Tesalonika 5:18)

Sudahkah hari ini kita memuji Tuhan dengan mengucap syukur?

Semoga renungan yang singkat ini boleh mengingatkan kita semua untuk selalu mengucap syukur dalam segala hal.

Kiranya berkat Sabat menjadi bagian kita semuanya. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 7) – Taat kepada Penglihatan Surgawi

Setelah menceritakan panggilan yang diterimanya dari Yesus, Paulus menjelaskan bagaimana ia merespons panggilan tersebut. “Sebab…

1 hour ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 6) – Dari Kegelapan kepada Terang

Setelah menjelaskan bahwa Tuhan memanggilnya menjadi pelayan dan saksi, Paulus diutus ke bangsa lain dengan…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 5) – Kesaksian Paling Kuat

Setelah menegur Paulus dengan kata-kata, "Sukar bagimu menendang ke galah rangsang," Yesus tidak berhenti sampai…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 4) – Sukar Menendang ke Galah Rangsang

Kemarin kita sudah membahas “Mengapa engkau menganiaya Aku?” dan hari ini kita akan membahas ungkapan…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 3) – Mengapa Engkau Menganiaya Aku?

Di hadapan Raja Agripa, Paulus melanjutkan kesaksiannya tentang peristiwa yang mengubah seluruh hidupnya. Dalam perjalanan…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 2) – Kuasa Tuhan yang Mengubahkan

Di hadapan Raja Agripa, Paulus mulai menceritakan kehidupannya sebelum bertobat. Ia menjelaskan bahwa dahulu ia…

5 days ago