Renungan

Kalau Sakit Mesti Makan Banyak?

Shalom, selamat hari Sabat.

Pernahkah Anda mendengar orang berkata kalau sakit kita mesti makan banyak supaya cepat sembuh? Memang benar ketika sakit tubuh kita membutuhkan nutrisi dan gizi yang cukup untuk memperbaiki sel-sel yang rusak. Tapi apakah dengan makan lebih banyak maka kita akan cepat sembuh?

Ketika sakit tubuh kita cenderung ingin beristirahat termasuk dengan cara mengurangi energi untuk mencerna makanan. Itulah sebabnya nafsu makan kita menurun ketika kita sedang sakit. Mengapa? Karena tubuh sedang mengalihkan energinya untuk fokus melawan penyakit di dalam tubuh. Ketika kita makan maka energi yang tadinya dipakai untuk melawan penyakit menjadi terbagi untuk mencerna makanan juga.

Perlu diketahui tubuh menggunakan cukup banyak energi untuk mencerna makanan. Ketika Anda makan terlalu banyak saat sakit justru itu akan memperparah penyakit Anda. Maka darinya pena inspirasi mengatakan di dalam buku Counsels on Diet and Foods halaman 305 paragraf 1 dituliskan “Dalam banyak kasus penyakit, obat yang paling terbaik untuk pasien adalah puasa satu atau dua kali makan, sehingga organ pencernaan yang terlalu banyak bekerja boleh mendapat kesempatan untuk beristirahat.” 

Jadi dengan makan 2 kali sehari yaitu pada pagi dan siang hari Anda dapat mendukung tubuh dalam proses penyembuhan. Cara lain yang Anda bisa lakukan adalah dengan tetap makan 3 kali sehari dengan catatan terakhir makan jam 6 sore tetapi dengan porsi setengah dari yang biasanya. Dengan itu tubuh Anda tidak akan terlalu berat dalam mencerna makanan.

Mengenai makan terlalu banyak Alkitab berkata bahwa segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Amsal 25:27 menuliskan “Tidaklah baik makan banyak madu;…”. Dari sini kita diajarkan untuk mengendalikan diri kita termasuk dalam soal makanan sama halnya ketika Yesus mengendalikan selera-Nya pada waktu dicobai iblis untuk mengubah batu menjadi roti Yesus dapat mengendalikan diri-Nya.

Selamat hari Sabat dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 19 (Bagian 2) – Hubungan dengan Kristus

Setelah menceritakan pekerjaan Roh Kudus di Efesus, Alkitab mencatat berbagai mukjizat yang Tuhan lakukan melalui…

9 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 19 (Bagian 1) – Kuasa yang Mengubahkan Hidup

Ketika tiba di Efesus, Paulus bertemu dengan beberapa murid dan mengajukan sebuah pertanyaan yang menarik:…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 4) – Hati yang Mau Diajar

Di bagian akhir Kisah Para Rasul 18, Alkitab memperkenalkan seorang bernama Apolos. Ia adalah orang…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 3) – Ketika Tuhan Menggagalkan Rencana Manusia

Ketika pelayanan Paulus di Korintus semakin berkembang, orang-orang Yahudi yang menolak Injil mulai melawan Paulus.…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 2) – Jangan Diam

Di Korintus, pelayanan Paulus tidak selalu berjalan mudah. Ketika ia memberitakan Injil, sebagian orang mulai…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 1) – Menjadi Saksi

Setelah meninggalkan Atena, Paulus tiba di Korintus. Di sana ia bertemu dengan sepasang suami istri,…

5 days ago