Renungan

Jangan Jemu-Jemu (Bagian 4) — Sangkal Diri dan Pikul Salib

Kita sudah belajar untuk tidak jemu-jemu berdoa, berbuat baik, dan membaca Alkitab. Nah, kali ini ada ayat yang menarik yang ingin kami bagikan, yaitu ayat yang berbunyi, “… Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.” (Lukas 9:23)

Dari ayat ini kita belajar untuk menyangkal diri dan pikul salib setiap hari.

“Kuk dan salib adalah simbol yang menunjukkan sesuatu yang sama,—yaitu penyerahan kehendak kepada Allah.”

The SDA Bible Commentary Vol. 5, 1090.8

“Tidak seorang pun dari kita dapat mencapai surga, kecuali melalui jalan yang sempit dan memikul salib. Tetapi berapa banyak orang yang memakai salib sebagai perhiasan, namun gagal memikul salib dalam kehidupan praktis sehari-hari.”

Lift Him Up 245.3

“Salib bukanlah untuk menyenangkan diri sendiri; itu berada tepat berseberangan pada jalan pecinta kesenangan, dan memotong keinginan daging dan kecenderungan diri kita….”

Lift Him Up 245.4

Hari ini kita diingatkan untuk jangan pernah bosan untuk menyangkal diri dan pikul salib setiap hari. Apa saja contohnya?

Contohnya saya suka menghabiskan waktu untuk bermain game, menonton drama korea, atau lainnya yang tidak membangun iman kita. Kita harus sangkal itu dan mengganti kegiatan kita kepada sesuatu yang berguna untuk iman kita.

Contohnya saya suka makan makanan yang tidak sehat. Setiap hari jangan pernah bosan-bosan menyangkal selera lidah kita sehingga kita akan makan makanan yang sehat.

Contohnya saya suka dipuji-puji. Disitulah kita harus sangkal diri kita juga untuk bisa tetap rendah hati dan mengingat bahwa segala pujian hanya untuk nama Tuhan saja.

Dan ada banyak contoh lainnya.

Kiranya renungan kita pada hari ini boleh mengingatkan kita semua untuk tidak jemu-jemu menyangkal diri dan pikul salib.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 5 (Bagian 9) – Kristus Mati bagi Orang Berdosa

“Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka... Akan tetapi Allah…

7 hours ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 8) – Kasih Allah Dicurahkan dalam Hati

“Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh…

1 day ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 7) – Pengharapan yang Tidak Mengecewakan

“Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh…

2 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 6) – Kesengsaraan, Ketekunan, dan Tahan Uji

“Dan ketekunan menimbulkan tahan uji, dan tahan uji menimbulkan pengharapan.” Roma 5:4 Pada bagian sebelumnya,…

3 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 5) – Bermegah dalam Kesengsaraan

“Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu,…

4 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 4) – Bermegah dalam Pengharapan

Setelah mengatakan bahwa melalui Kristus kita memperoleh jalan masuk kepada kasih karunia, Paulus melanjutkan dalam…

5 days ago