Renungan

Itu Kar’na Ajaiblah Kasih-Nya

John W. Peterson lahir di sebuah keluarga pemusik Swedia-Amerika pada tahun 1921. Ayahnya, ibunya, dan keenam kakaknya memiliki talenta dalam bernyanyi dan memainkan alat musik. Sungguh sebuah keluarga yang selalu penuh dengan musik!

John sendiri juga suka menyanyi dan ikut di dalam paduan suara. Tetapi sayangnya, antusiasnya dalam menyanyi ini tidak diimbangi dengan pengetahuan cara menyanyi yang baik, ditambah dengan penggunaan yang berlebihan. Hal itu mengakibatkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki. Dan sejak saat itu John tidak lagi dapat bernyanyi dengan baik.

Tetapi hal itu tidak membuatkan kecil hati atau meninggalkan musik; ia beralih menjadi seorang songwriter, penulis musik. Sudah lebih dari 1.000 lagu hymn dan rohani, dan 25 kantata yang telah ia ciptakan semasa hidupnya.

Suatu hari, saat menghadiri sebuah acara kerohanian dan mendengar seminar yang dibawakan, ia mengingat tentang keajaiban kasih karunia Allah yang nyata di Kalvari dan kuasa luar biasa yang mengubah kehidupan seseorang. Lalu John juga teringat akan keajaiban yang terjadi di dalam hidupnya yaitu saat ia harus kehilangan suaranya yang dapat digunakan untuk menyanyi dan dituntun menjadi seorang penulis lagu.

Kemudian ia mengingat akan keajaiban Tuhan dalam menciptakan alam semesta dan isinya, dan terlebih keajaiban kasih-Nya yang mati di kayu salib untuk menyelamatkan kita semua.

Hal ini memberikan inspirasi untuk menulis sebuah lagu hymn berjudul “It Took a Miracle”

Bapaku mahakuasa, ku tak menyangkal-Nya
Maha kuat, maha ajaib, langitlah saksinya
Ajaiblah, ajaiblah, bintang diciptakan
Ajaiblah, ajaiblah, dunia dijadikan
Tapi aku s’lamat dan disucikan
Itu kar’na ajaiblah kasih-Nya

Kiranya lagu ini mengingatkan kita semua bahwa jika kita masih bisa hidup, melewati waktu-waktu yang berat di masa pandemi, ini adalah sebuah keajaiban. Dan keajaiban yang lebih besar juga sudah disediakan Tuhan, yaitu pengharapan akan hidup yang kekal. Kiranya kita semua akan terus setia hingga kita merasakan keajaiban akan hidup kekal bersama Tuhan itu.

Selamat hari Sabat dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 23 (Bagian 3) – Pengharapan Kebangkitan

Sebelum melanjutkan pembahasan kisah ini, kita sedikit membahas mengenai kebangkitan. “Sebab orang-orang Saduki mengatakan, bahwa…

7 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 23 (Bagian 2) – Hikmat di Tengah Tekanan

Setelah dihadapkan kepada Mahkamah Agama, Paulus mendapati dirinya berada di tengah situasi yang sangat sulit.…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 23 (Bagian 1) – Hati Nurani yang Bersih

Setelah ditangkap di Yerusalem, Paulus akhirnya dihadapkan kepada Mahkamah Agama Yahudi untuk memberikan pembelaan atas…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 22 (Bagian 6) – Menggunakan Hak dengan Bijaksana

Setelah orang banyak menolak kesaksian Paulus, kepala pasukan Romawi memerintahkan agar Paulus diperiksa dengan cambuk…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 22 (Bagian 5) – Tetap Setia Meski Ditolak

Ketika Paulus menceritakan bagaimana Tuhan memanggil dan mengutusnya kepada bangsa-bangsa lain, reaksi orang banyak berubah…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 22 (Bagian 4) – Pergilah, Aku Akan Mengutus Engkau

Dalam kesaksiannya kepada orang banyak di Yerusalem, Paulus tidak hanya menceritakan pertobatannya di jalan menuju…

5 days ago