Renungan

Iri Hati Part 3 – Belajar dari Kebaikan Yusuf Part 1

Kemarin kita sudah melihat bagaimana iri hati membuat kita bisa melakukan perbuatan-perbuatan jahat. Perbuatan-perbuatan jahat di hadapan Tuhan (termasuk berbohong).

Hari ini kita sedikit belajar dari sisi Yusuf yang merasakan kebencian dari saudara-saudaranya. Ada dua hal menarik yang kita bisa pelajari dari Yusuf. Hari ini kita akan membahas yang pertama.

Pertama, ia tetap pergi untuk menemui saudara-saudaranya walaupun ia tahu bahwa ia tidak disukai. “Ia telah berjalan lebih dari lima puluh mil dan sekarang satu jarak tambahan sejauh lima belas mil terbentang di hadapannya, tetapi ia bergegas-gegas melanjutkan perjalanannya, sambil melupakan rasa lelahnya dengan pemikiran bahwa ia akan meringankan kekhawatiran ayahnya, dan akan bertemu dengan saudara-saudaranya yang ia kasihi sekalipun mereka itu tidak menyukai dia.” (Sejarah Para Nabi 242.4) 

Yusuf tetap mengasihi mereka walaupun ia tahu bahwa ia dibenci oleh saudara-saudaranya. Bagaimana dengan kita? Apakah kita tetap akan mengasihi orang yang membenci kita?

Firman Tuhan memberikan nasihat kepada kita, “… Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu.” (Lukas  6:27)

Jika hari ini kita dibenci oleh orang dan tidak disukai oleh orang, mari kita tetap mengasihi mereka. Mengapa? Karena itulah yang Tuhan perintahkan dan ada berkat khusus bagi orang-orang yang mengasihi orang yang membenci dia.

Mari kita menjadi pengikut Kristus yang sejati dengan tetap mengasihi orang yang membenci kita. Kiranya Tuhan memampukan kita untuk bisa melakukannya.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Titus 1 (Bagian 1) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah…

6 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

5 days ago