Renungan

Fakta Menarik dari Tersedak

Tersedak merupakan hal yang sering terjadi jika seseorang makan atau minum lalu makanan atau cairan tersebut masuk ke dalam saluran nafas yaitu tenggorokan. Tersedak terjadi bukan saja yang diakibatkan makanan yang masuk ke tenggorokan namun bisa terjadi karena benda asing yang masuk dalam saluran nafas.

Saat katup antara tenggorokan dan kerongkongan tidak berfungsi baik yang diakibatkan oleh terlalu cepat saat makan atau berbicara saat makan maka juga akan memicu terjadinya tersedak.

Saat tersedak biasanya seseorang akan batuk dan mengalami sulit bernafas. Tersedak bisa menjadi sesuatu masalah yang serius yang mengakibatkan kematian jika makanan, minuman atau benda asing yang masuk tidak berhasil keluar dari saluran nafas.

Sangat penting bagi kita untuk menghindari terjadinya tersedak dengan cara tidak bicara sambil makan dan tidak makan atau minum terlalu cepat agar terhindar dari masuknya benda asing ke saluran pernafasan. Oleh karena itu penting bagi kita untuk menjaga saluran pernafasan karena tanpa bernafas kita tidak akan bisa hidup. 

Di dalam kehidupan kerohanian kita pula juga harus menyadari perlunya kita “bernafas”. Apakah nafas itu?

“Doa adalah nafas jiwa. Itu adalah rahasia kuasa rohani. Tidak ada sarana kasih karunia lain yang dapat menggantikan, dan membuat kesehatan jiwa terpelihara. Doa membawa hati dekat kepada Sumber kehidupan, dan menguatkan persendian dan otot pengalaman keagamaan.”

Pelayan Injil 226.4

Dikatakan doa merupakan nafas dari kerohanian kita, tanpa nafas bisa saja kehidupan kerohanian kita menjadi mati. 

“Melalaikan kebiasaan berdoa, atau berdoa secara tidak teratur, sekarang dan seterusnya, yang kelihatan nyaman, membuat engkau lepas dari Allah.. Kemampuan-kemampuan rohani kehilangan kekuatannya, pengalaman keagamaan kurang sehat dan kurang semangat.

Pelayan Injil 226.4

Mari kita menjaga kesehatan nafas rohani kita agar tidak masuk benda asing yang mengakibatkan kita “tersedak” yang bisa saja mengakibatkan kematian. Penting bagi seorang pengikut Tuhan sejati untuk berdoa dalam setiap waktu, baik waktu senang atau susah.  Oleh karena itu “Tetaplah berdoa.” 1 Tesalonika 5:17.

Selamat Sabat dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan 2 Korintus 8 – Tidak Menunggu Kaya untuk Memberi

Sering kali kita berkata, “Saat aku kaya, aku akan memberi lebih banyak.” Tapi jemaat Makedonia…

20 hours ago

Perenungan 2 Korintus 7 (Bagian 2) – Dukacita Dunia

Kemarin kita melihat dukacita yang membawa kepada keselamatan. Namun hari ini, kita akan melihat jenis…

2 days ago

Perenungan 2 Korintus 7 (Bagian 1) – Dukacita menurut Kehendak Allah

Pernahkah kita merasa sedih atau menyesal setelah melakukan kesalahan? Tidak semua kesedihan itu sama. Ada…

3 days ago

Perenungan 2 Korintus 6 – Berani Berbeda

Dunia mengajak kita ikut arusnya, tetapi Tuhan memanggil kita untuk hidup berbeda dari dunia. Mengikut…

4 days ago

Perenungan 2 Korintus 5 – Dicatat di Surga

Banyak orang hidup seolah-olah tidak ada pertanggungjawaban. Namun Alkitab mengingatkan bahwa setiap kita akan berdiri…

5 days ago

Perenungan 2 Korintus 4 (Bagian 2) – Ketika Semua Penderitaan Terlihat Kecil

Melanjutkan perenungan sebelumnya tentang “penderitaan yang ringan”, kita diajak melihatnya dari sudut pandang kekekalan—bukan dari…

1 week ago