Renungan

Fakta Menarik dari Hati – Lemak Jahat

Mungkin dari kita pernah berkata, “Aduh, sakit hatiku”. Ini adalah kalimat yang sering digunakan jika perasaan kita mengalami sesuatu yang kurang nyaman, entah sedih maupun juga kesal. 

Tapi kita tidak akan membahas soal perasaan hati, hari ini kita akan belajar tentang organ hati yaitu salah satu organ penting dalam tubuh manusia. Hati merupakan organ yang cukup berat, beratnya dapat mencapai 1,5 kilogram.

Tahukah anda bahwa organ hati dapat memproduksi lemak seperti kolesterol dan trigliserida dan mengatur jumlah mereka dalam tubuh manusia. Selain diproduksi di dalam tubuh, lemak juga kita dapat kita peroleh dari makanan.

Fungsi memproduksi dan mengatur lemak seperti kolesterol dan trigliserida inilah yang membuat organ hati menjadi salah satu organ yang penting. Kolesterol diperlukan oleh tubuh kita sebagai bahan baku pembuatan hormon, pembentukan dinding sel, pembentukan energi, pembentukan vitamin D, dan lain-lain. Selain itu kolesterol juga berperan dalam pemulihan sel-sel yang rusak dalam tubuh manusia. Jadi kolesterol memang dibutuhkan oleh tubuh manusia dan keberadaannya sangat bergantung kepada kesehatan organ hati kita.

Kolesterol yang terdapat pada lemak daging hewan tidaklah baik bagi kesehatan kita karena selain dapat menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah hal itu juga dapat menyebabkan kerusakan organ seperti hati dan jantung. Hal ini disebabkan karena racun-racun dalam tubuh hewan disimpan dalam bentuk yang stabil di dalam jaringan lemak, mengonsumsi lemak pada daging hewan berarti mengonsumsi racun-racun tersebut.

Tidak semua lemak itu jahat, Tuhan menyediakan lemak sehat yang diberikan untuk menjaga kesehatan manusia. Lemak yang baik itu meliputi; minyak kelapa, minyak zaitun, ataupun dari kacang-kacangan.

Tidak heran Tuhan melarang kita untuk mengonsumsi lemak dari tubuh hewan. Mari kita buka di dalam Imamat 3:14-17 “Kemudian dari kambing itu ia harus mempersembahkan lemak yang menyelubungi isi perut, dan segala lemak yang melekat pada isi perut itu sebagai persembahannya berupa korban api-apian bagi TUHAN, 

dan lagi kedua buah pinggang dan lemak yang melekat padanya, yang ada pada pinggang dan umbai hati yang harus dipisahkannya beserta buah pinggang itu.

Imam harus membakar semuanya itu di atas mezbah sebagai santapan berupa korban api-apian menjadi bau yang menyenangkan. Segala lemak adalah kepunyaan TUHAN. 

Inilah suatu ketetapan untuk selamanya bagi kamu turun-temurun di segala tempat kediamanmu: janganlah sekali-kali kamu makan lemak dan darah.'”

Ayat di atas mengatakan ada bagian tubuh tertentu pada hewan yang tidak boleh dimakan, dan tentu saja Tuhan berkata lemak dan darah tidak boleh dimakan. Hal itu kita sudah pelajari bahwa Tuhan memiliki maksud agar kita tidak menderita berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh lemak jahat.

Mari kita menjaga kesehatan organ hati kita dengan menjauhi lemak jahat, dan semoga Tuhan menolong kita agar dapat mengonsumsi lemak yang baik agar kesehatan kita tetap terjaga.

Inilah renungan pada hari sabat ini. 

Selamat hari Sabat dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 19 (Bagian 1) – Kuasa yang Mengubahkan Hidup

Ketika tiba di Efesus, Paulus bertemu dengan beberapa murid dan mengajukan sebuah pertanyaan yang menarik:…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 4) – Hati yang Mau Diajar

Di bagian akhir Kisah Para Rasul 18, Alkitab memperkenalkan seorang bernama Apolos. Ia adalah orang…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 3) – Ketika Tuhan Menggagalkan Rencana Manusia

Ketika pelayanan Paulus di Korintus semakin berkembang, orang-orang Yahudi yang menolak Injil mulai melawan Paulus.…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 2) – Jangan Diam

Di Korintus, pelayanan Paulus tidak selalu berjalan mudah. Ketika ia memberitakan Injil, sebagian orang mulai…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 1) – Menjadi Saksi

Setelah meninggalkan Atena, Paulus tiba di Korintus. Di sana ia bertemu dengan sepasang suami istri,…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 4) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Setelah Paulus menjelaskan tentang Allah yang benar di Atena, ia mulai berbicara tentang pertobatan dan…

6 days ago