Renungan

Apakah Anda Meragukan Janji Tuhan?

Sebagai manusia adalah sangat mudah bagi kita untuk berjanji, namun untuk menepati janji itu tidaklah gampang, bahkan seringkali tidak menepatinya. Banyak orang kecewa karena orang yang diharapkan menepati janji itu ternyata telah ingkar janji.

Seorang pemuda berjanji untuk menikahi seorang perempuan, ternyata janji itu tidak ia tepati, dan berpaling ke lain hati dan meninggalkan perempuan itu. Janji manusia seringkali berujung pada kekecewaan,oleh sebab itu kita seringkali meragukan akan janji manusia. 

Bagaimana dengan janji Tuhan ?

Bagaimana dengan Ia, yang berjanji? Alkitab menyatakan bahwa “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya …” (2 Petrus 3:9)

“Janji TUHAN adalah janji yang murni , bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah.”

Mazmur 12:7

Dari Firman itu kita belajar untuk jangan pernah meragukan akan janji Tuhan. Ketika kita berada dalam pergumulan berat jangan pernah putus pengharapan pada-Nya. Pandanglah pada Yesus dan berpeganglah pada janji-Nya. 

Jangan melihat kepada persoalan yang kita alami saat ini, tetapi lihat dengan mata iman betapa besar kuasa Tuhan kita karena kuasa-Nya sungguh tak terbatas untuk menolong umat-Nya.

Kalau doa kita belum juga beroleh jawaban, jangan kecewa!  Sebaliknya tetap nanti-nantikan Tuhan seperti yang tertulis di dalam Yesaya 40:31, “tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.”

Salah satu cara agar kita bisa bertahan saat mengalami pergumulan adalah mintalah tuntunan Tuhan agar kita bisa menemukan ayat-ayat dalam Alkitab yang sesuai dengan masalah yang kita alami yang dapat menguatkan kita dan hafallah ayat itu lalu berdoalah sesuai dengan janji Tuhan.  

Contohnya saat kita sedang dalam permasalahan ekonomi, peganglah ayat ini: “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.” (Filipi 4:19) dan hafalkan ayat serta percayalah dengan penuh iman.  

Ketika kita sedang diliputi oleh rasa takut katakan pada hatimu, “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku;  gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.” (Mazmur 23:4).  

Ketika kita sedang bergumul dengan sakit-penyakit, peganglah janji firman Tuhan ini: “… Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.” (1 Petrus 2:24).   

Dan masih banyak ayat lain yang bisa kita ambil dari Alkitab.

Oleh sebab itu peganglah teguh janji firman Tuhan, sediakan waktu untuk belajar dan merenungkan firman-Nya karena Tuhan akan selalu menepati janji-Nya.

Kiranya renungan kita pada hari ini boleh mengajarkan kan kita untuk tidak meragukan janji Tuhan.

Selamat Sabat dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 12 (Bagian 2) – Ketika Tuhan Menjawab di Luar Dugaan

Mari kita lanjutkan Kisah Para Rasul pasal 12, ketika Petrus berada di dalam penjara. Situasinya…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 12 (Bagian 1) – Di Tengah Tekanan, Tetap Berdoa

Mari kita belajar dari Kisah Para Rasul pasal 12, bagian awal yang menceritakan tentang penganiayaan…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 11 (Bagian 3) – Iman yang Terlihat dalam Tindakan

Di bagian akhir Kisah Para Rasul pasal 11, kita melihat sebuah peristiwa yang sederhana, tetapi…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 11 (Bagian 2) – Belajar Seperti Barnabas

Setelah orang-orang percaya di Yerusalem memahami penjelasan Petrus, kisah berlanjut kepada tersebarnya Injil ke berbagai…

6 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 11 (Bagian 1) – Ketika Tuhan Membuka Pintu, Jangan Kita Menutupnya

Pasal ini terdiri dari dua perikop, dan hari ini kita akan membahas lanjutan dari pasal…

1 week ago

Perenungan Kisah Para Rasul 10 (Bagian 2) – Apakah Semua Makanan Menjadi Halal?

Kemarin kita telah belajar bahwa penglihatan Petrus bukan terutama tentang makanan, melainkan tentang cara pandang…

1 week ago