Seri Teladan Terbaik

Teladan Terbaik (Bagian 15) – Tidak Mau Bergabung

Kemarin kita sudah belajar bahwa Yesus adalah seorang yang bersinar dan penuh kegembiraan sehingga banyak orang yang senang berkumpul dengan Dia. Walaupun banyak yang senang berkumpul dengan Dia, dilanjutkan di paragraf berikutnya dalam buku yang sama, yaitu The Story of Jesus dicatatkan bahwa “Tetapi prinsip-prinsip kesalehan-Nya menimbulkan amarah mereka. Sering hanya karena tidak mau bergabung dengan perbuatan mereka yang terlarang, Dia dikatakan pengecut. Sering pula la diejek karena terlalu memperhatikan hal-hal kecil. Menjawab semua ini Dia berkata, ‘Ada tertulis.’ ‘Takut akan Tuhan, itulah hikmat, dan menjauhi kejahatan itulah akal budi.’ Ayub 28:28. Menyukai kejahatan berarti menyukai maut, karena ‘upah dosa ialah maut’ Roma 6:23.” (The Story of Jesus 39.3)

Jadi teladan kelima belas yang kita bisa tiru dari Yesus adalah tidak mau bergabung dengan mereka untuk melakukan tindakan-tindakan terlarang atau tindakan-tindakan yang jahat yang tentu saja tidak sesuai dengan firman Tuhan.

Itulah sebabnya Alkitab menasihati kita, “Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu.” (Efesus 5:11)

Tidak ada nasihat yang diberikan kepada kita untuk bergabung dengan orang-orang untuk melakukan kejahatan, tetapi ada banyak nasihat yang meminta kita untuk menjauhi kejahatan, jangan bergabung melakukan kejahatan dengan mereka, bahkan menjadi berbeda dengan dunia walaupun seluruh dunia melakukannya.

Dan janganlah kita heran jika seluruh dunia memusuhi kita saat kita tidak mau bergabung melakukan kejahatan atau kita tetap mempertahankan prinsip kesalehan. Karena Alkitab juga mencatat, “Sebab itu mereka heran, bahwa kamu tidak turut mencemplungkan diri bersama-sama mereka di dalam kubangan ketidaksenonohan yang sama, dan mereka memfitnah kamu.” (1 Petrus 4:4)

Kiranya renungan kita pada hari ini boleh mengingatkan kita untuk selalu memandang kepada Kristus agar hidup kita berubah semakin serupa dengan karakter Kristus, yaitu dengan tetap mempertahankan prinsip yang benar dan saleh serta tidak mau bergabung dengan orang-orang untuk melakukan kejahatan.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Titus 1 (Bagian 1) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah…

19 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

6 days ago