Renungan

Apa Kerjamu Sepanjang Hari Ini?

Pernahkah kita ditanya oleh pimpinan atau bos, orang tua, atau bahkan guru kita di sekolah, “Apa kerjamu sepanjang hari ini?” Biasanya kata-kata ini menyatakan secara tidak langsung akan tugas yang menjadi tanggung jawab untuk kita kerjakan tetapi tidak diselesaikan dalam waktu yang telah ditetapkan. Mungkin kita mengerjakan dengan lambat atau bahkan kita tidak mengerjakan apapun hari itu.

Seringkali kita mengabaikan dorongan hati untuk melakukan pekerjaan yang telah dibebankan. Sebaliknya, hari-hari kita diisi dengan godaan lain, entah untuk bermain gadget, bersantai, bermalas-malasan, atau bahkan melakukan pekerjaan lain yang tidak menjadi prioritas di hari itu.

Ada nasihat yang diberikan oleh kitab Amsal 6:6-11, Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak: biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen. Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu? Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring — maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.”

“…Pentingnya tugas-tugas kehidupan kepada mereka yang menyia-nyiakan kesempatan. … agama Kitab Suci tidak pernah membuat manusia jadi pemalas. Tuhan senantiasa mendorong kerajinan. ‘Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari?’ kata-Nya kepada seorang pemalas. ‘Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam di mana seorang pun tidak dapat bekerja.’”

Membina Keluarga Sehat 171.1

Hal ini juga yang dilakukan rasul Paulus. Selain menjadi pembawa Injil yang sangat setia, ia juga rajin bekerja untuk keperluan memperoleh nafkah hidupnya sehari-hari. “Sebab kamu sendiri tahu, bagaimana kamu harus mengikuti teladan kami, karena kami tidak lalai bekerja di antara kamu, dan tidak makan roti orang dengan percuma, tetapi kami berusaha dan berjerih payah siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapapun di antara kamu.” (2 Tesalonika 3: 7-8).

Dengan nasihat ini, marilah kita rajin untuk bergerak, lakukanlah pengaturan waktu yang baik, buatlah prioritas dalam pekerjaan kita sehari-hari, sehingga dengan pertolongan Tuhan kita dapat menyelesaikan tanggung jawab kita dengan baik dan kesuksesan kita membawa kemuliaan bagi nama Tuhan.

Selamat malam dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 2) – Kuasa Tuhan yang Mengubahkan

Di hadapan Raja Agripa, Paulus mulai menceritakan kehidupannya sebelum bertobat. Ia menjelaskan bahwa dahulu ia…

16 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 1) – Kesempatan untuk Bersaksi

Setelah berbagai tuduhan dan persidangan yang dialaminya, Paulus kini berdiri di hadapan Raja Agripa, Bernike,…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 25 (Bagian 6) – Kesempatan untuk Bersaksi

Setelah mendengar penjelasan Festus mengenai perkara Paulus, Raja Agripa berkata: “… ‘Aku ingin mendengar orang…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 25 (Bagian 5) – Yesus yang Hidup

Setelah Paulus naik banding kepada Kaisar, Raja Agripa dan Bernike datang mengunjungi Festus di Kaisarea.…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 25 (Bagian 4) – Tuhan Sudah Menyiapkan Jalannya

Ketika Paulus naik banding kepada Kaisar, Festus tidak memiliki pilihan selain mengirimnya ke Roma. Keputusan…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 25 (Bagian 3) – Memimpin Langkah Kita

Setelah mendengar tuduhan terhadap Paulus, Festus menghadapi sebuah dilema. Ia ingin menyenangkan orang-orang Yahudi, tetapi…

6 days ago