Renungan

“Aku Membangun Harapan”

Himne yang berjudul “My Hope is Built On Nothing Less” ditulis oleh Edward Mote, seseorang dari Inggris yang menerima Yesus saat ia berusia 16 tahun. Saat ia dalam perjalanan menuju tempat kerja, ia mendapatkan sebuah ide untuk menuliskan sebuah himne tentang perjalanan hidupnya menjadi seorang kristen.

Ia teringat akan kisah di Alkitab yang menceritakan tentang dua orang yang membangun rumah. Orang yang pertama disebutkan sebagai “orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu” tetapi yang satunya disebutkan sebagai “orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir” (Matius 7:24, 26).

Ada empat ayat yang ditulis oleh Edward Mote menceritakan akan kerinduannya untuk selalu memiliki kehidupan kerohanian yang berakar kuat di dalam Tuhan, seperti orang bijaksana yang mendirikan rumahnya di atas batu.

Ayat pertama dari lagu ini berbunyi:

Aku membangun harapan
Dalam kebenaran Tuhan
Yang lain ku tak percaya
Bersandar hanya pada-Nya
Yesuslah Batu Karangku
Semua yang lain takkan teguh
Semua yang lain takkan teguh

Sekitar satu minggu setelah itu, Edward Mote dan rekannya mengunjungi seorang kenalan yang istrinya sementara sakit dan sekarat, hampir meninggal. Setelah firman Tuhan dibawakan, lagu ciptaan Edward juga dinyanyikan. Hal itu memberi kekuatan bagi keluarga yang sementara menghadapi masalah sakit penyakit, sehingga setelah itu Edward menambahkan dua ayat lagi.

Kita semua sementara hidup di dunia yang juga sekarat, yang sebentar lagi menuju kepada kesudahannya. Nubuatan yang telah dituliskan di dalam Alkitab sedang digenapi satu per satu dan menunjukkan betapa dekatnya kita kepada kedatangan Tuhan yang kedua kali.

Namun, melalui firman Tuhan dan kesaksian dari lagu ini, kita diingatkan untuk membangun harapan kita di atas batu, supaya badai apa pun yang terjadi, kita masih dapat berdiri teguh di dalam Tuhan.

Dan biarlah doa dari Mazmur Daud ini menjadi doa kita semua.

“Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku. Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah. Pada Allah ada keselamatanku dan kemuliaanku; gunung batu kekuatanku, tempat perlindunganku ialah Allah. Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita.”

Mazmur 62:6-9

Selamat Sabat dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 23 (Bagian 2) – Hikmat di Tengah Tekanan

Setelah dihadapkan kepada Mahkamah Agama, Paulus mendapati dirinya berada di tengah situasi yang sangat sulit.…

21 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 23 (Bagian 1) – Hati Nurani yang Bersih

Setelah ditangkap di Yerusalem, Paulus akhirnya dihadapkan kepada Mahkamah Agama Yahudi untuk memberikan pembelaan atas…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 22 (Bagian 6) – Menggunakan Hak dengan Bijaksana

Setelah orang banyak menolak kesaksian Paulus, kepala pasukan Romawi memerintahkan agar Paulus diperiksa dengan cambuk…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 22 (Bagian 5) – Tetap Setia Meski Ditolak

Ketika Paulus menceritakan bagaimana Tuhan memanggil dan mengutusnya kepada bangsa-bangsa lain, reaksi orang banyak berubah…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 22 (Bagian 4) – Pergilah, Aku Akan Mengutus Engkau

Dalam kesaksiannya kepada orang banyak di Yerusalem, Paulus tidak hanya menceritakan pertobatannya di jalan menuju…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 22 (Bagian 3) – Sesuai Kehendak Tuhan

Masih melanjutkan pembahasan kemarin mengenai pertemuan Saulus [sebelum berubah nama menjadi Paulus] dan Ananias, apa…

6 days ago