Seri Yunus

Yunus (Bagian 6) – Doa Orang yang Menyeleweng

Kemarin kita sudah belajar bagaimana seandainya Yunus menurut dengan tidak ragu-ragu, ia mungkin akan terhindar dari banyak pengalaman pahit, dan akan diberkati dengan melimpah, tetapi Yunus tidak menurut sehingga Tuhan mengijinkan angin ribut dan badai terjadi di dalam perjalanan Yunus.

Pertanyaannya adalah saat Tuhan menurunkan angin ribut, bagaimana respon dari seluruh penumpang kapal tersebut? 

Mari kita sama-sama di dalam Yunus 1:5, “Awak kapal menjadi takut, masing-masing berteriak-teriak kepada allahnya, dan mereka membuang ke dalam laut segala muatan kapal itu untuk meringankannya. Tetapi Yunus telah turun ke dalam ruang kapal yang paling bawah dan berbaring di situ, lalu tertidur dengan nyenyak.”

Jadi, ketika ia sedang berada di dalam kapal yang hendak tenggelam, Yunus tertidur dengan nyenyak di ruang paling bawah di kapal itu. Sementara awak kapal berseru-seru kepada allah kafir mereka untuk meminta pertolongan, nahkoda kapal yang merasa dalam bahaya itu menemukan Yunus dan berkata, “Bagaimana mungkin engkau tidur begitu nyenyak? Bangunlah, berserulah kepada Allahmu, barangkali Allah itu akan mengindahkan kita, sehingga kita tidak binasa.” (Yunus 1:6).

“Tetapi doa orang yang menyeleweng dari jalan kewajiban tidak akan menolong. Terkesan dengan pemikiran bahwa keganasan hebat angin ribut itu merupakan tanda amaran Allah-Allah mereka, akhirnya mereka mengusulkan untuk membuang undi, ‘supaya kita mengetahui,’ kata mereka, ‘karena siapa kita ditimpa oleh malapetaka ini.’”

Prophets and Kings 267.3

Apakah doa dari seorang yang berbalik dari jalan kewajibannya akan bisa menolong? Tidak! Mengapa? Karena Yohanes mencatat bahwa, “dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.” (1 Yohanes 3:22)

Jadi, apa saja yang kita minta akan kita dapatkan jika kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya. Sedangkan jika kita menyeleweng atau berbalik dari jalan kewajiban kita, maka kita sedang dalam posisi tidak menuruti perintah-Nya dan tidak berbuat apa yang berkenan sehingga doa kita tidak dijawab.

Itulah sebabnya Alkitab mencatat, “Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengar.” (Mazmur 66:18)

Oleh karena itu, marilah kita refleksikan dalam diri kita masing-masing apakah saya sudah berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan ataukah ada hal-hal yang Tuhan sudah sampaikan kepada kita tetapi kita seperti Yunus yang sedang melarikan diri? Jawablah dalam hati kita masing-masing.

Kiranya renungan kita pada hari ini boleh menjadi perenungan kita bersama.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 9 (Bagian 2) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“Akan tetapi firman Allah tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel…

7 hours ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 1) – Hati yang Merindukan Keselamatan Orang Lain

“Sejak pertobatannya [Paulus], ia sangat rindu untuk menolong saudara-saudara sebangsanya agar memperoleh pemahaman yang jelas…

1 day ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 14) – Tidak Ada yang Dapat Memisahkan Kita dari Kasih Allah

“Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada…

2 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 13) – Jika Allah di Pihak Kita

“… Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Kristus Yesus, yang telah…

3 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 12) – Allah Menuntun Kita Menuju Kemuliaan

“Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka…

4 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 11) – Dibentuk Menjadi Serupa dengan Kristus

“Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa…

5 days ago