Seri Yunus

Yunus (Bagian 17) – Hasil dari Peringatan

Setelah Yunus menyerukan kabar amaran, apa hasilnya?

“Pekabaran itu tidaklah sia-sia. Seruan yang bergema di sepanjang jalan-jalan kota yang tidak mengenal Allah itu berlalu dari bibir ke bibir sampai semua penduduknya telah mendengar pengumuman yang mengejutkan itu. Roh Tuhan menekankan pekabaran itu ke rumah sampai kepada setiap hati dan menyebabkan orang banyak gemetar oleh karena dosa mereka dan bertobat dengan penyesalan yang mendalam.”

Prophets and Kings 270.2

Hasilnya adalah banyak orang bertobat. Lalu bagaimana dengan kita? Jika kita mendengar suatu berita yang keras yang mungkin kita tidak sukai, apa respon kita?

Apakah kita akan seperti Niniwe yang segera bertobat dari kejahatan yang dilakukannya? Ataukah kita berada di posisi seperti orang-orang pada zaman Nuh dimana banyak orang akhirnya mencemooh si pembawa kabar dan pemberitaannya?

Jika ada pekabaran-pekabaran yang menempelak dosa-dosa kita, marilah mendengarkannya dan bertobat walaupun mungkin itu tidak menyenangkan karena bertentangan dengan keinginan daging kita.

Karena firman Tuhan berkata, “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu …” “Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!” “Dengan kasih dan kesetiaan, kesalahan diampuni, karena takut akan TUHAN orang menjauhi kejahatan.” (Ibrani 3:15; Wahyu 3:19; Amsal 16:6)

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 2 (Bagian 3) – Mendengar atau Melakukan?

Setelah berbicara tentang penghakiman Allah yang adil, Paulus membawa kita kepada sesuatu yang sering kali…

24 hours ago

Perenungan Roma 2 (Bagian 2) – Allah Menghakimi dengan Adil

Setelah mengingatkan kita untuk tidak menghakimi orang lain, Paulus mengarahkan perhatian kita kepada satu hal…

2 days ago

Perenungan Roma 2 (Bagian 1) – Jangan Menghakimi Orang Lain

Setelah dalam pasal sebelumnya Paulus menjelaskan tentang dosa dan keadaan manusia yang semakin jauh dari…

3 days ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 6) – Jangan Keraskan Hati

“Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran…

4 days ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 5) – Ketika Hati Menjauh dari Allah

Roma 1:26–27 menunjukkan kepada kita akibat yang semakin jauh ketika manusia terus-menerus menolak Allah. Paulus…

5 days ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 4) – Menukar Kebenaran dengan Kebohongan

Setelah menjelaskan bagaimana manusia menolak Allah, Paulus menunjukkan akibat yang terjadi ketika manusia memilih untuk…

6 days ago