Seri Yunus

Yunus (Bagian 11) – Angin pun Taat

Kemarin kita sudah membaca bahwa mereka berseru kepada Tuhan, dan mereka berseru kepada Tuhan, “Kemudian mereka mengangkat Yunus, lalu mencampakkannya ke dalam laut, dan laut berhenti mengamuk.” (Yunus 1:15)

Akhirnya mereka menurut kepada apa yang dikatakan oleh Yunus, yaitu melemparkannya ke laut. Dan yang menarik adalah saat mereka sudah melemparkan Yunus ke laut, maka laut berhenti mengamuk.

Saat membaca kisah ini kita bisa melihat bahwa mereka akhirnya menurut kepada apa yang dikatakan Yunus dan laut berhenti mengamuk. Artinya penurutan itu penting. Dari sini kita diingatkan juga untuk menurut kepada Tuhan karena Yesus sendiri berkata, “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.” (Yohanes 14:15)

Selain itu, saat membaca kisah saat Yunus dilemparkan, maka laut berhenti mengamuk, maka kita mungkin akan mengingat kisah Yesus yang terdapat di dalam Lukas 8:22-25 atau Matius 8:23-27. Kisah ini menceritakan saat itu Yesus naik perahu bersama dengan murid-murid-Nya. Lalu saat mereka sedang berlayar, terjadilah angin ribut di danau itu sampai air itu masuk ke dalam perahu. Lalu mereka membangunkan Yesus dan Ia menghardik angin dan air yang sedang mengamuk itu, lalu angin dan air itu pun reda dan danau itu menjadi teduh.

Sebuah kisah yang mirip, bukan? Dari sini kita diingatkan lagi bahwa Tuhan adalah Pencipta dan bisa mengatur segala yang terjadi. Itulah sebabnya dikatakan di dalam Matius 8:27, “Dan heranlah orang-orang itu, katanya: ‘Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?’ (Matius 8:27)

Angin dan danau atau laut taat kepada-Nya. Begitu juga kita sebagai ciptaan-Nya seharusnya juga taat kepada Pencipta kita walaupun “Tuhan tidak pernah memaksakan penurutan manusia. Ia memberikan pilihan kepada manusia akan siapa yang akan mereka sembah.” (Prophets and Kings 510.4)

Oleh karena itu marilah kita memilih dengan pertimbangan yang sehat dan memilih yang bisa membawa kita pada kekekalan.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 2 (Bagian 3) – Mendengar atau Melakukan?

Setelah berbicara tentang penghakiman Allah yang adil, Paulus membawa kita kepada sesuatu yang sering kali…

15 hours ago

Perenungan Roma 2 (Bagian 2) – Allah Menghakimi dengan Adil

Setelah mengingatkan kita untuk tidak menghakimi orang lain, Paulus mengarahkan perhatian kita kepada satu hal…

2 days ago

Perenungan Roma 2 (Bagian 1) – Jangan Menghakimi Orang Lain

Setelah dalam pasal sebelumnya Paulus menjelaskan tentang dosa dan keadaan manusia yang semakin jauh dari…

3 days ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 6) – Jangan Keraskan Hati

“Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran…

4 days ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 5) – Ketika Hati Menjauh dari Allah

Roma 1:26–27 menunjukkan kepada kita akibat yang semakin jauh ketika manusia terus-menerus menolak Allah. Paulus…

5 days ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 4) – Menukar Kebenaran dengan Kebohongan

Setelah menjelaskan bagaimana manusia menolak Allah, Paulus menunjukkan akibat yang terjadi ketika manusia memilih untuk…

6 days ago