Seri Yunus

Yunus (Bagian 10) – Berseru kepada Tuhan

Kemarin kita sudah mengikuti kisah yang mana orang-orang tidak segera membuang Yunus ke laut, tetapi mencoba untuk mendayung sekuat tenaga dan hasilnya ada sia-sia. Hari ini mari kita respon berikutnya dari mereka.

“Lalu berserulah mereka kepada TUHAN, katanya: ‘Ya TUHAN, janganlah kiranya Engkau biarkan kami binasa karena nyawa orang ini dan janganlah Engkau tanggungkan kepada kami darah orang yang tidak bersalah, sebab Engkau, TUHAN, telah berbuat seperti yang Kaukehendaki.’ Kemudian mereka mengangkat Yunus, lalu mencampakkannya ke dalam laut, dan laut berhenti mengamuk.”

Yunus 1:14-15

Jika kita perhatikan ayat 14-15, Sebelum mereka melemparkan Yunus ke laut, mereka berseru kepada TUHAN. Sekarang mari kita bandingkan dengan Yunus 1:5, “Awak kapal menjadi takut, masing-masing berteriak-teriak kepada allahnya …” (Yunus 1:5)

Awalnya Sebelum mereka tahu ada TUHAN, mereka berteriak atau berseru atau berdoa kepada allah mereka. Dan pada kisah ini mereka mengakui bahwa ada TUHAN yang bisa mengendalikan alam semesta ini dan tentu saja itu karena TUHAN adalah Pencipta langit dan bumi. Pada akhirnya mereka berseru kepada TUHAN dan bukan allah mereka.

Dari kisah ini kita belajar bahwa memang satu-satunya yang patut dan layak kita sembah adalah Pencipta langit dan bumi. Itulah sebabnya salah satu pekabaran malaikat pertama di dalam kitab Wahyu adalah “… sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air.” (Wahyu 14:7)

Kiranya kita hanya menyembah Penciptan langit, bumi, laut, dan semua mata air. Janganlah menyembah ciptaan.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Titus 1 (Bagian 2) – Lebih Berharga daripada Jabatan

“Sebab sebagai pengatur rumah Allah seorang penilik jemaat harus tidak bercacat...” Titus 1:7 Ketika Paulus…

7 hours ago

Perenungan Titus 1 (Bagian 1) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

5 days ago