Seri Pertobatan Saulus

Pertobatan Saulus Part 4.2 – Cahaya dari Langit

Melanjutkan pembahasan kemarin, poin kedua yang kita pelajari adalah:

2. Dalam memberikan cahaya terang itu, Tuhan membuat mata Saulus tidak berfungsi untuk beberapa hari. Kita tahu bahwa dibandingkan beberapa organ lain, mata tidak terlalu besar tapi memiliki bagian-bagian yang cukup rumit yang setiap bagiannya memiliki fungsi yang sangat luar biasa. Mata juga memberikan keseimbangan. Bahkan di dalam kedokteran, mata dijadikan satu jurusan spesialis yang membuktikan betapa rumit dan hebatnya mata yang Tuhan ciptakan ini.

Dan karena mata ini organ yang penting, kata mata digunakan dalam sebuah idiom, “the apple of my eye” (biji mataku) yang artinya seseorang yang sangat penting, yang dihargai dan disayangi, seperti Tuhan yang mengelilingi, mengawasi, dan menjaga kita seperti biji mata-Nya (Ulangan 32:10).

Tetapi jika mata itu penting, mengapa kita menutup mata saat berdoa? Apakah itu suatu keharusan? Alkitab tidak mengatakan demikian. Tetapi dengan menutup mata kita menjadi lebih berkonsentrasi. Itulah mengapa, terkadang Tuhan mengijinkan untuk kita “buta” sesaat supaya kita dapat berkonsentrasi dan melihat kebenaran yang sesungguhnya.

Mata dapat menjadi salah satu sarana yang membawa kita jatuh ke dalam dosa. Bahkan kita perlu mencungkil dan membuang mata kita jika itu membawa seluruh tubuh kita ke dalam dosa (Matius 5:29). Ayat itu tidak berbicara secara literal, tetapi rohani. Karena itu terkadang kita perlu “dibutakan” dari hal-hal duniawi.

Sebagai contoh, jika kita mau berkomitmen untuk lebih rajin dalam membaca firman Tuhan, mungkin kita perlu “buta” dari games, film, movie, dan lainnya yang membuat kita tidak belajar Alkitab.

Seperti renungan dua hari yang lalu, salah satu cara Tuhan “membutakan” kita adalah dengan menggagalkan rencana kehidupan kita yang tidak sesuai dengan kehendak-Nya, sehingga kita “buta” terhadap jalan yang salah dan dapat melihat jalan yang benar.

Mungkin cara Tuhan dalam membawa pertobatan hidup kita dengan membuat kita “buta” seperti Saulus, atau mungkin dengan media yang lain. Tapi satu hal yang penting, saat kita mengatakan diri sebagai seorang Kristen, satu hal yang perlu kita lihat dan ikuti hanyalah Kristus sendiri. “Butalah” terhadap hal-hal duniawi, sehingga hanya Kristus yang kita teladani. Amin.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 13 (Bagian 1) – Dipanggil untuk Pekerjaan Tuhan

Kisah Para Rasul pasal 13 menjadi titik penting dalam perjalanan pekabaran Injil. Di pasal inilah…

18 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 12 (Bagian 3) – Ditinggikan atau Direndahkan?

Setelah peristiwa pembebasan Petrus, kisah beralih kepada Raja Herodes. Ia tampil di hadapan rakyat dengan…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 12 (Bagian 2) – Ketika Tuhan Menjawab di Luar Dugaan

Mari kita lanjutkan Kisah Para Rasul pasal 12, ketika Petrus berada di dalam penjara. Situasinya…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 12 (Bagian 1) – Di Tengah Tekanan, Tetap Berdoa

Mari kita belajar dari Kisah Para Rasul pasal 12, bagian awal yang menceritakan tentang penganiayaan…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 11 (Bagian 3) – Iman yang Terlihat dalam Tindakan

Di bagian akhir Kisah Para Rasul pasal 11, kita melihat sebuah peristiwa yang sederhana, tetapi…

6 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 11 (Bagian 2) – Belajar Seperti Barnabas

Setelah orang-orang percaya di Yerusalem memahami penjelasan Petrus, kisah berlanjut kepada tersebarnya Injil ke berbagai…

7 days ago