Seri Menyelidiki Alkitab

Seri Menyelidiki Alkitab (Bagian 23) – Perenungan Kita

Shalom dan selamat pagi.

Yesus berkata “dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” (Yohanes 8:32)

Ayat tersebut adalah suatu janji bagi kita semua bahwa pada akhirnya kita akan mengetahui kebenaran. Setelah kita mengetahui apa itu kebenaran maka langkah selanjutnya adalah menerima dan melakukan kebenaran tersebut.

Dalam menerima kebenaran tak jarang kita akan menghadapi suatu tantangan ataupun pergumulan. Perbedaan iman atau keyakinan di antara keluarga ataupun teman-teman dekat menjadi salah satu pergumulan tersebut.

“Banyaklah cara yang digunakan Setan melalui pengaruh manusia untuk mengikat tawanan-tawanannya. Ia menarik orang banyak kepadanya oleh menghubungkan mereka dengan benang sutra kasih kepada musuh-musuh salib Kristus. Apapun jenis hubungan ini—orang tua, anak, perkawinan, ataupun sosial—hasilnya sama. Penentang kebenaran menggunakan kuasanya untuk mengendalikan hati nurani, dan jiwa-jiwa yang ditahan di bawah kuasanya tidak mempunyai cukup keberanian atau kebebasan untuk menuruti keyakinan tugas mereka.”

The Great Controversy 597.1

Karena hal ini, tak sedikit orang gagal dalam menerima kebenaran. Banyak orang ketika sudah memahami dengan jelas kebenaran tersebut, enggan untuk mengikut Kristus karena takut berbeda dengan orang tua, anak, suami, dan istri.

Tak seorang yang mau mengalami perbedaan ataupun perpecahan dalam keluarga. Namun demi kehidupan kekal kita harus siap dengan hal tersebut. Perbedaan iman dalam keluarga karena kebenaran, bukan artinya kita harus menjauhi keluarga atau pergi mengasingkan diri karena selama keluarga menerima keberadaan kita, maka tidak ada masalah dengan hal tersebut.

Namun jika karena perbedaan iman kita diusir ataupun diasingkan oleh keluarga, maka kita harus siap dalam menanggung risiko tersebut.

Tentu ini adalah hal yang sangat sulit, namun pasti Tuhan akan mampukan kita. Dan janji Kristus bagi kita di dalam Matius 19:29 “Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal.”

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 4 – Tidak Pernah bisa Dibungkam

“Di segala zaman, saksi-saksi yang ditunjuk Allah telah membiarkan diri mereka dicela dan dianiaya demi…

15 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 3 – Kuasa di Dalam Nama Yesus

“Dan karena kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 2 – Ketika Roh Allah Menguasai Hati

Pada hari Pentakosta, sesuatu yang luar biasa terjadi. Murid-murid yang sebelumnya takut, ragu, dan bersembunyi—tiba-tiba…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 1 – Kuasa untuk Bersaksi

“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan…

6 days ago

Perenungan 2 Korintus 13 – Ujilah Dirimu

Di bagian penutup suratnya, Rasul Paulus memberikan pesan yang sangat tegas sekaligus penuh kasih kepada…

7 days ago

Perenungan 2 Korintus 12 – Cukup untuk Hari Ini

Sering kali kita berharap hidup tanpa pencobaan. Namun firman Tuhan mengingatkan kita bahwa jalan orang…

1 week ago