Seri Harta yang Terpendam

Harta yang Terpendam (Bagian 18) – Rela Diajar dan Mau Menurut

“Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.”

Matius 13:44

“Tidak seorang pun dapat menyelidiki Kitab Suci dalam Roh Kristus tanpa diberi pahala. Bila manusia rela diajar seperti seorang anak kecil, ia menyerahkan dirinya seluruhnya kepada Allah, ia akan mendapatkan kebenaran dalam firman-Nya. Jika manusia mau menurut, mereka akan mengerti rencana pemerintahan Allah. Dunia semawi akan membuka ruangan rahmat dan kemuliaan untuk dijelajahi. Umat manusia akan sama sekali berbeda dari keadaan mereka sekarang; karena oleh menjelajahi tambang-tambang kebenaran manusia akan dipermuliakan. Rahasia penebusan, penjelmaan Kristus, pengorbanan grafirat-Nya, tidak akan seperti sekarang, samar-samar dalam pikiran kita. Ia tidak saja akan dimengerti lebih jelas, tetapi sekaligus lebih tinggi dihargai.”

Christ’s Object Lessons 113.4

Jadi, ada pahala di dalam penyelidikan Kitab Suci yang kita lakukan. Kita akan mendapatkan kebenaran itu dan yang tak kalah penting lainnya adalah setelah kita mengetahui kebenaran itu, maka kita seharusnya menurut pada setiap kebenaran yang kita sudah dapatkan.

Setiap dari kita bisa memilih untuk menurut atau tidak menurut. Kita bisa memilih apakah saya hanya suka menemukan kebenaran saja dan tidak mau melakukannya ataukah kita ingin tahu kebenaran lebih mendalam dan melakukannya? Jawaban itu ada di tangan kita masing-masing, karena pilihan ada di tangan kita.

Tuhan tidak pernah memaksa kita untuk menurut. Tapi ingatlah kata pemazmur, “Berbahagialah orang-orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya, yang mencari Dia dengan segenap hati, yang juga tidak melakukan kejahatan, tetapi yang hidup menurut jalan-jalan yang ditunjukkan-Nya.” (Mazmur 119:2-3)

Oleh karena itu, “… hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.” (Yakobus 1:22)

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 1 (Bagian 4) – Menukar Kebenaran dengan Kebohongan

Setelah menjelaskan bagaimana manusia menolak Allah, Paulus menunjukkan akibat yang terjadi ketika manusia memilih untuk…

21 hours ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 3) – Ketika Manusia Menolak Allah

Paulus kemudian membawa kita kepada sebuah kenyataan yang serius. “Sebab murka Allah nyata dari sorga…

2 days ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 2) – Tidak Malu terhadap Injil

Paulus melanjutkan suratnya kepada jemaat di Roma dengan mengungkapkan kerinduannya untuk mengunjungi mereka. Ia berkata,…

3 days ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 1) – Siapa Kita?

Paulus membuka suratnya kepada jemaat di Roma dengan memperkenalkan dirinya sebagai “… hamba Kristus Yesus,…

4 days ago

Perenungan Titus 3 (Bagian 7) – Berbuahlah

Pada bagian sebelumnya, kita diingatkan untuk tidak menghabiskan waktu dalam pertengkaran dan perdebatan yang sia-sia.…

5 days ago

Perenungan Titus 3 (Bagian 6) – Perdebatan

“Tetapi hindarilah persoalan yang dicari-cari dan yang bodoh, persoalan silsilah, percekcokan serta pertengkaran tentang hukum…

6 days ago