Seri Peribahasa

Seri Peribahasa (Bagian 8) – Berakit-rakit ke Hulu, Berenang-renang Ketepian

Peribahasa kita hari ini adalah “Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian” artinya: Susah payah dan pantang menyerah harus dilewati untuk mencapai keberhasilan.

Jadi, untuk kita bisa berhasil maka kita harus bersusah-susah terlebih dahulu.

Saat membaca ini saya teringat bahwa memang mengikut Yesus itu bukan berarti tidak akan menghadapi masalah atau tantangan, tetapi mungkin akan banyak masalah yang kita hadapi karena ada banyak orang yang tidak suka dengan kita karena kita melakukan kebenaran.

Sama seperti peribahasa di atas yang mana kita harus melewati kesusahan dan pantang menyerah untuk bisa berhasil, begitu juga dengan hidup kerohanian kita. Saat kita ingin mendapat upah yang besar di surga, kita tidak bersantai-santai saja. Mengapa?

Yesus sendiri berkata, “Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.” (Matius 5:10-12)

Saat kita mengikuti Yesus, maka kita akan mengalami penganiayaan, dicela, dan difitnah saat kita mempertahankan kebenaran, tetapi tetaplah setia dan jangan putus asa. Mengapa? Karena semua kesusahan yang kita lewati akan terbayar dengan upah yang besar di surga.

Marilah kita tetap setia dan memandang pada upah besar di surga itu.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Titus 1 (Bagian 2) – Lebih Berharga daripada Jabatan

“Sebab sebagai pengatur rumah Allah seorang penilik jemaat harus tidak bercacat...” Titus 1:7 Ketika Paulus…

2 hours ago

Perenungan Titus 1 (Bagian 1) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

5 days ago