Seri Pandanglah Burung-Burung

Pandanglah Burung-Burung Part 15

Kemarin kita sudah melihat burung gagak dari kisah Nuh, sekarang mari kita lihat kisah burung gagak lainnya di dalam kisah Elia.

Pada masa itu, Elia akan dibunuh oleh isteri dari raja Ahab, lalu Ia melarikan diri ke tepi sungai Kerit. Ketika dalam masa kelaparan, Tuhan memerintahkan burung gagak untuk memberi makan Elia. Dituliskan bahwa “Engkau dapat minum dari sungai itu, dan burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana.” (1 Raja-raja 17:4)

Pelajaran apa yang bisa kita dapat dari kisah ini? Ada dua hal:

Pertama, Tuhan akan selalu menyediakan kebutuhan kita walaupun melalui burung gagak yang mungkin tidak terpikirkan oleh kita.

Saat kita memiliki masalah, percayalah Tuhan juga akan mengirimkan “gagak-gagak” yang mungkin tidak terpikirkan oleh kita.

Kedua, sama seperti burung gagak yang Tuhan perintahkan untuk memberi makan Elia, begitu juga kita. Kita dipilih dan diperintahkan oleh Tuhan untuk tugas tertentu.

“Allah rindu mencurahkan kepada pria dan wanita kasih-Nya yang berkelimpahan itu. Ia rindu melihat mereka bersuka-suka melakukan kehendak-Nya, sambil menggunakan setiap kuasa yang telah dipercayakan kepada mereka untuk melayani Dia, dan sambil mengajar semua orang yang berada di bawah pengaruhnya bahwa jalan yang harus ditempuh sebagai orang benar untuk kepentingan Tuhan ialah menuruti hukum-Nya.”

Membina Anak yang Bertanggung Jawab 77.2

Tuhan juga telah memilih kita dan Ia rindu agar kita bisa menjadi “Saluran Kasih Allah” bagi orang yang ada di sekitar kita. Maukah kita menjadi saluran kasih Tuhan? Jawablah dalam hati kita masing-masing.

Selamat Pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Titus 1 (Bagian 3) – Waspada terhadap Ajaran yang Menyesatkan

Setelah menjelaskan karakter yang harus dimiliki oleh seorang penatua, Paulus segera mengungkapkan alasannya. Jemaat di…

17 hours ago

Perenungan Titus 1 (Bagian 2) – Lebih Berharga daripada Jabatan

“Sebab sebagai pengatur rumah Allah seorang penilik jemaat harus tidak bercacat...” Titus 1:7 Ketika Paulus…

2 days ago

Perenungan Titus 1 (Bagian 1) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

6 days ago