Seri Lebih Baik Mati

Lebih Baik Mati (Bagian 5) – Selamat dan Nama Allah Ditinggikan

Hasil dari iman yang ditunjukkan oleh Daniel lagi-lagi membuahkan hasil yang serupa dengan ketiga temannya. Sekarang mari kita ikuti sekilas kisahnya.

Saat Daniel tidak menuruti undang-undang yang sudah dikeluarkan, maka ia pun dilempar ke gua singa (baca Daniel 6:17).

Apa yang terjadi? Apakah singa-singa itu menerkam Daniel? Ataukah Daniel selamat?

Mari kita baca Daniel 6:23. Dari dalam gua singa, Daniel menjawab pertanyaan dari raja dan berkata, “Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku ….”

Luar biasa bukan? Di dalam gua singa semalaman tidak diterkam. Inilah penjagaan Tuhan.

Saat mendengar jawaban Daniel, dicatatkan bahwa “… sangat sukacitalah raja dan ia memberi perintah, supaya Daniel ditarik dari dalam gua itu. Maka ditariklah Daniel dari dalam gua itu, dan tidak terdapat luka apa-apa padanya, karena ia percaya kepada Allahnya.” (Daniel 6:24)

Setelah itu “Sekali lagi suatu pernyataan dikeluarkan oleh seorang raja kafir, yang meninggikan Allah Daniel sebagai Allah yang benar.” (Prophets and Kings 544.5)

“Kemudian raja Darius mengirim surat kepada orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa, yang mendiami seluruh bumi, bunyinya: ‘Bertambah-tambahlah kiranya kesejahteraanmu! Bersama ini kuberikan perintah, bahwa di seluruh kerajaan yang kukuasai orang harus takut dan gentar kepada Allahnya Daniel, sebab Dialah Allah yang hidup, yang kekal untuk selama-lamanya; pemerintahan-Nya tidak akan binasa dan kekuasaan-Nya tidak akan berakhir. Dia melepaskan dan menolong, dan mengadakan tanda dan mujizat di langit dan di bumi, Dia yang telah melepaskan Daniel dari cengkaman singa-singa.’”

Daniel 6:26-28

Sekali lagi iman dan prinsip yang dipegang Daniel membuatnya selamat dan terlebih lagi, nama Allah ditinggikan.

Biarlah kita boleh menjadi terang kecil di mana pun kita berada agar nama Allah ditinggikan dengan cara menuruti seluruh perintah-Nya dan tidak berkompromi dengan dosa.

Kiranya renungan kita pada hari ini boleh menguatkan kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

8 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 3) – Jangan Membiarkan Racun Tetap Melekat

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, semua orang yang melihatnya langsung menyimpulkan bahwa ia pasti…

5 days ago