Seri Lebih Baik Mati

Lebih Baik Mati (Bagian 4) – Keluarnya Suatu Undang-Undang

Kisah berikutnya yang akan kita bahas adalah Daniel. Tokoh yang sangat terkenal dan sering diceritakan di anak-anak, khotbah dewasa, hingga ada film yang dibuat.

Kisah Daniel yang kita bahas ini bisa dibaca lengkapnya di Daniel 6 karena kami tidak menceritakan atau mendalami kisah ini.

Kita tahu ada sebuah undang-undang yang dikeluarkan oleh raja mengenai “… suatu larangan, agar barangsiapa yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada tuanku, ya raja, maka ia akan dilemparkan ke dalam gua singa.” (Daniel 6:8)

Saat undang-undang ini keluar, sekali lagi kita melihat sebuah iman yang luar biasa dari Daniel. Mari kita lihat sekali lagi contoh tokoh Alkitab yang mengikuti prinsip “Lebih baik mati daripada tidak menghormati atau melanggar hukum Allah ….” (Testimonies for the Church, Vol. 5, 147.1)

Mari kita perhatikan apa yang dilakukan Daniel saat ia mendengar undang-undang itu. Apakah Daniel menurutinya? Apakah Daniel berpura-pura tidak berdoa? Mari kita baca Daniel 6:11.

“Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.”

Daniel 6:11

Saat mendengar perintah atau undang-undang itu, Daniel pergi ke kamarnya dan berdoa serta memuji Allahnya seperti yang biasa ia lakukan dan dia lakukan itu di tingkap-tingkap yang terbuka.

Inilah iman yang seharusnya menjadi teladan kita juga selain ketiga pemuda Ibrani yang kita sudah bahas kemarin.

Ingatlah bahwa segala sesuatu yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan atau firman-Nya, janganlah kita turuti dan ikuti. Karena akan ada waktunya undang-undang yang akan dikeluarkan pemerintah untuk memaksa kita melanggar hukum Allah. Apakah kita akan menuruti? Ataukah kita akan seperti Hananya, Misael, Azarya, dan Daniel? Jawablah dalam hati kita masing-masing.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Titus 1 (Bagian 1) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah…

11 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

5 days ago