Seri Lebih Baik Mati

Lebih Baik Mati (Bagian 20) – Gaya Hidup di Akhir Zaman (Bagian 2)

Mari kita lanjutkan pembahasan mengenai gaya hidup yang seharusnya kita miliki. Untuk penjelasan lengkapnya dari hubungan gaya hidup ini dengan persiapan kita di akhir zaman, silahkan dengarkan di audio renungan kami di YouTube.

Kesembilan, penting sekali kita memiliki pikiran bahwa ini adalah hari terakhir kita. Mengapa? Karena dengan demikian, pastilah kita akan melakukan segala sesuatu yang sesuai dengan kehendak Allah. 

Tak heran pena inspirasi mencatat, “Kita harus berjaga-jaga dan bekerja serta berdoa seakan-akan inilah hari terakhir yang diberikan kepada kita.” (Testimonies for the Church, Vol. 5, 200.3) 

“Jangan berhitung secara bulanan atau tahunan; itu bukanlah hakmu. Satu hari yang singkat diberikan kepadamu. Seolah-olah itulah harimu yang terakhir di bumi ini, bekerjalah selama jam-jam hari itu bagi Tuhan.”

Testimonies for the Church, Vol. 7, 44.5

Kesepuluh, pemeliharaan hari Sabat yang sungguh-sungguh. Apa maksudnya memelihara Sabat dengan sungguh-sungguh? Tidakkah cukup kita datang ke gereja dan beribadah? Apakah ada pelanggaran yang kita bisa lakukan sembari kita ada datang ke gereja? Pembahasan sederhananya akan dijelaskan di audio. 

Kesebelas, bijaksana dalam mengelola harta benda dan janganlah kita cinta akan uang. Penjelasan lengkapnya bisa didengarkan di audio renungan hari ini.

Sebagai umat Tuhan, kita diminta untuk setia dalam persembahan dan persepuluhan. Mengapa? Karena “Tidak ada yang bisa masuk ke Surga yang tabiatnya dicemari oleh noda mementingkan diri sendiri yang kotor. Karena itu, Allah menguji kita sekarang dengan mempercayakan kepada kita harta yang fana, di mana cara kita menggunakannya bisa menunjukkan apakah kita dapat dipercaya dengan kekayaan-kekayaan yang kekal.” (Counsels on Stewardship 22.1) 

Kedua belas, pentingnya perbaktian keluarga. Di dalam perbaktian keluarga ini dikatakan, “Hendaklah acara-acara kebaktian keluarga itu singkat dan penuh semangat.” (Child Guidance 521.3) 

Bagaimana agar acara kebaktian bisa singkat dan penuh semangat? Penjelasan singkatnya ada di audio renungan hari ini.

Ketiga belas, Puasa dari hiburan dunia. Jika kemarin kita sudah membahas puasa makanan atau pertarakan, kita pun seharusnya puasa dari segala macam hiburan atau kepelesiran dunia. Apa saja contohnya? Yaitu tontonan, game, musik, dan lain-lain. Penjelasan lainnya bisa didengarkan di audio renungan kita.

Keempat belas, janganlah kita hanya memikirkan penampilan luar, tetapi bagaimana memperindah karakter kita. Karakter yang indah bukan diperindah dengan cara menggunakan perhiasan mewah, make up, atau lainnya, tetapi dengan cara kita berdoa kepada Tuhan dan meminta kepada-Nya agar kita bisa diubahkan. 

Kelima belas, Perlunya bahan-bahan cetak yang harus diterbitkan dan dibagikan kepada orang banyak. 

“Kebenaran yang sebenarnya harus dibicarakan melalui risalah-risalah dan traktat-traktat, dan ini harus disebarkan bagaikan daun-daun di musim gugur.”

Testimonies for the Church, Vol. 9, 230.4

“Buku-buku Para Nabi dan Bapa, Daniel dan Wahyu, serta Kemenangan Akhir sekarang ini diperlukan lebih dari waktu-waktu yang lalu. Buku-buku ini harus disebarluaskan karena kebenaran-kebenaran yang ditekankannya akan membuka banyak mata yang buta.”

Colporteur Ministry 123.1

Apakah hanya ketiga buku itu? Dengarkan di audio hari ini.

Keenam belas, Tinggikan firman Allah. Janganlah kita lebih meninggikan tradisi manusia. Dan hanya firman Allahlah yang membuat seseorang mengikuti kebenaran, bukan perasaan.

Inilah beberapa gaya hidup yang bisa kami bagikan. Jika ada kebiasaan-kebiasaan di antara kita yang masih salah, marilah kita berbenah mulai dari sekarang.

Kiranya kita semua bisa menjadi “… pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.” (Yakobus 1:22) 

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 3) – Religius Belum Tentu Mengenal Tuhan

Setelah meninggalkan Berea, Paulus tiba di Atena, sebuah kota yang penuh dengan filsafat, budaya, dan…

60 minutes ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 2) – Kebenaran Tidak Dapat Dihentikan

Setelah banyak orang di Berea menerima firman Tuhan, kabar itu sampai kepada orang-orang Yahudi di…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 1) – Belajar Seperti Orang Berea

Dalam perjalanan pelayanannya, Paulus dan Silas tiba di Tesalonika lalu memberitakan Injil di rumah ibadat…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 16 (Bagian 4) – Pertolongan Tuhan Tidak Pernah Terlambat

Setelah gempa bumi terjadi dan kepala penjara bertobat, keadaan mulai berubah bagi Paulus dan Silas.…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 16 (Bagian 3) – Tetap Memuji Tuhan di Tengah Penderitaan

Setelah Tuhan membuka hati Lidia dan keluarganya menerima Injil, pelayanan Paulus dan Silas di Filipi…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 16 (Bagian 2) – Hati yang Terbuka bagi Tuhan

Setelah mendapat penglihatan tentang orang Makedonia, Paulus dan rekan-rekannya segera berangkat ke Filipi untuk memberitakan…

5 days ago