Seri Lebih Baik Mati

Lebih Baik Mati (Bagian 19) – Gaya Hidup di Akhir Zaman (Bagian 1)

Shalom selamat pagi.

Pembahasan lengkap dari renungan kita hari ini anda dapat dengarkan melalui versi audio di YouTube kami. 

Kemarin kita sudah membahas mengenai undang-undang hari Minggu. Dan hari ini kita akan membahas bagaimana seharusnya kita hidup di akhir zaman ini.

Pertama, pentingnya kita berdoa, karena “Tak seorang pun yang aman untuk sehari ataupun sejam tanpa doa.” (Peristiwa-Peristiwa Akhir Zaman 45.1)

Yesus sendiri berkata, “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.” (Matius 26:41)

Kedua, pentingnya merenungkan kehidupan Kristus. “Adalah baik bagi kita untuk menggunakan waktu satu jam setiap hari untuk merenungkan hidup Kristus.” (Peristiwa-Peristiwa Akhir Zaman 45.4)

Ketiga, pelajari firman Tuhan karena “Hanya mereka yang sudah dengan tekun mempelajari Kitab Suci dan yang telah menerima kecintaan akan kebenaran yang akan dilindungi dari angan-angan hebat yang akan menawan dunia.” (Peristiwa-Peristiwa Akhir Zaman 46.7) 

Belajarlah dari orang-orang di Berea yang dicatatkan, “Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian.” (Kisah Para Rasul 17:11)

Keempat, hafalkan firman Tuhan karena “Waktunya akan tiba di mana banyak orang akan kehilangan firman yang tertulis itu. Tetapi kalau firman ini sudah tertera dalam ingatan, maka tak seorang pun dapat merenggutnya dari kita.” (Peristiwa-Peristiwa Akhir Zaman 47.7)

Kelima, didiklah diri kita untuk mempercayai firman Allah. Ingatkah anda dengan pembahasan rahasia keberanian Elia pada seri lebih baik mati bagian 11? Disana kita sudah membahas betapa pentingnya bagi kita untuk melatih iman kita kepada setiap firman Tuhan. Hal ini perlu kita lakukan setiap hari agar saat krisis datang kita sudah memiliki iman yang terlatih.

Keenam, hidup di pedesaan. Menjauhi kota atau hidup di pedesaan menjadi salah satu persiapan penting agar kita bisa siap menghadapi krisis nanti dan juga persiapan karakter kita. Apakah ada hubungannya antara karakter dan tinggal di desa? Penjelasan lebih lanjut bisa anda dengarkan pada versi audio dari renungan ini.

Ketujuh, bertarak atau menjauhi makanan dan minuman yang tidak sehat. 

Mengapa hal pertarakan ini menjadi hal yang perlu kita lakukan juga dalam mempersiapkan diri kita menghadapi krisis yang akan datang? Apakah makanan yang saya konsumsi berpengaruh pada karakter saya?

“Roh Allah tidak dapat menolong kita, dan menuntun kita di dalam penyempurnaan karakter seorang Kristen, sementara kita memanjakan selera lidah yang merusak kesehatan, dan sementara keangkuhan akan hidup menguasai.” (Health Reformer, September 1, 1871, Art. A, par. 3). Selengkapnya anda dapat dengarkan pada renungan audio.

Kedelapan, bekerja dalam misi kesehatan. Karena iman kita sangatlah bergantung pada kesehatan jasmani kita, maka kita perlu membawa pekabaran kesehatan kepada orang-orang sebab “Akan ada orang-orang yang menderita, dan jumlahnya banyak, yang akan membutuhkan pertolongan tidak saja di kalangan orang-orang yang seiman dengan kita, tetapi terutama dari kalangan mereka yang tidak mengenal kebenaran.- Counsels on Health 506 (1892).” (Peristiwa-Peristiwa Akhir Zaman 58.2)

Inilah gaya hidup atau hal-hal yang perlu kita lakukan sebagai umat Tuhan di akhir zaman, agar kita dapat siap dalam menghadapi krisis yang akan terjadi nanti. 

Selain yang disebutkan di atas, apakah ada hal-hal lain perlu kita lakukan? Kita akan membahasnya besok.

Kiranya renungan dapat bermanfaat bagi kita semua, dan biarlah kita senantiasa membagikan kebenaran firman Tuhan ini kepada saudara-saudara kita.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 6 (Bagian 5) – Jangan Biarkan Dosa Berkuasa

“Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan…

10 hours ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 4) – Hidup bagi Allah dalam Kristus

“Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan…

1 day ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 3) – Manusia Lama Sudah Disalibkan

“Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang…

2 days ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 2) – Dikuburkan dan Dibangkitkan Bersama Kristus

“Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti…

3 days ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 1) – Mati terhadap Dosa

“Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah…

4 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 16) – Kasih Karunia Membawa kepada Hidup

“Supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran…

5 days ago