Seri Lebih Baik Mati

Lebih Baik Mati (Bagian 11) – Rahasia Keberanian Elia

Kemarin kita sudah belajar bahwa Elia berani menyampaikan pekabaran ke raja Ahab. Nah, apakah kalian tahu mengapa Elia berani menuruti perintah Tuhan untuk datang menyampaikan pekabaran kepada raja yang bisa membuatnya mati? Apa rahasianya?

Untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita baca di dalam buku Prophets and Kings, “Hanyalah oleh iman yang teguh yang sudah terlatih dalam kuasa firman Allah yang tak pernah gagal Elia dapat menyampaikan berita ini. Sekiranya ia tidak memiliki keyakinan yang penuh pada Satu yang ia sembah, ia tidak pernah akan dapat muncul di hadapan Ahab.” (Prophets and Kings 121.2)

Jadi inilah rahasia yang membuat Elia berani, yaitu karena iman yang sudah terlatih. Ia memiliki keyakinan yang penuh kepada Allah yang ia sembah.

Tak heran Paulus menuliskan bahwa “Orang benar akan hidup oleh iman.” (Roma 1:17)

Lalu bagaimana caranya melatih iman?

“Melatih iman berarti mempercayai Allah pada firman-Nya, percaya pada kuasa-Nya untuk menyelamatkan sepenuhnya semua yang datang pada-Nya, bergantung pada firman-Nya karena Dialah yang di belakang janji itu dan yang dapat melakukan segala sesuatu.”

Signs of the Times, October 25, 1899, par. 4

Melatih iman itu sederhana, yaitu kita percaya dan melakukan perintah Tuhan. Mungkin anda menganggap bahwa perkataan Allah itu mustahil bisa terjadi. Atau ketika penurutan akan perintah Allah itu adalah sesuatu yang merugikan, kita harus tetap mempercayai dan melakukannya. Percaya bahwa Dia dapat melakukan segala sesuatu. Itulah artinya melatih iman.

Melatih iman itu bukan hanya satu kali saja, tetapi iman kita perlu dilatih setiap hari dengan cara kita sungguh-sungguh percaya kepada semua firman-Nya dan saat kita percaya pada firman-Nya, kita akan menuruti semua yang diperintahkan kepada kita. Itulah iman. Dan kita perlu melatihnya mulai dari sekarang.

Jangan tunda-tunda melatih iman, mulailah latih iman kita dari sekarang. Jika kita masih belum mengerti bagaimana cara melatih iman, berdoalah dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan dan mintalah Ia membantu kita di dalam pelatihan iman.

Kiranya renungan kita pada hari ini boleh bermanfaat bagi kita semua dan mengingatkan kita semua untuk melatih iman kita agar kita bisa memiliki iman yang memampukan kita untuk berani menyampaikan pekabaran Tuhan.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 6 (Bagian 2) – Stefanus

Kemarin kita telah melihat bagaimana tujuh orang dipilih untuk melayani. Dari antara mereka, Alkitab secara…

4 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 6 (Bagian 1) – Tujuh Orang Dipilih

Pertumbuhan jemaat tidak selalu berjalan mulus—sering kali justru membawa tantangan. Dan sering kali, masalah terbesar…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 5 – Kepura-puraan

Apakah mungkin seseorang terlihat rohani di luar, tetapi sebenarnya tidak jujur di hadapan Tuhan? Pasal…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 4 – Tidak Pernah bisa Dibungkam

“Di segala zaman, saksi-saksi yang ditunjuk Allah telah membiarkan diri mereka dicela dan dianiaya demi…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 3 – Kuasa di Dalam Nama Yesus

“Dan karena kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat…

6 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 2 – Ketika Roh Allah Menguasai Hati

Pada hari Pentakosta, sesuatu yang luar biasa terjadi. Murid-murid yang sebelumnya takut, ragu, dan bersembunyi—tiba-tiba…

1 week ago