Seri Lebih Baik Mati

Lebih Baik Mati (Bagian 1) – Prinsip Kehidupan Orang Kristen

Pena inspirasi mencatat bahwa “Lebih baik mati daripada tidak menghormati atau melanggar hukum Allah seharusnya menjadi prinsip kehidupan setiap orang Kristen.” (Testimonies for the Church, Vol. 5, 147.1)

Jadi yang seharusnya menjadi prinsip kehidupan setiap orang Kristen adalah memilih untuk tetap menghormati dan menuruti hukum Allah walaupun nyawa adalah taruhannya.

Apakah ada tokoh-tokoh di Alkitab yang lebih memilih mati daripada tidak menuruti hukum Allah? Tentu saja ada! Siapa saja? Ada Hananya, Misael, dan Azarya atau dikenal dengan nama Babelnya, yaitu Sadrakh, Mesakh, dan Abednego yang dilempar ke perapian. Lalu ada juga Daniel yang dimasukkan ke gua singa.

Ada banyak orang yang lebih memilih untuk menderita daripada mengorbankan prinsip kebenaran. Ada juga orang yang memilih untuk mengikuti kehendak Allah daripada keinginan daging.

Walaupun demikian akan ada banyak orang juga yang memilih zona aman dan mengkhianati TUHAN daripada menderita. 

Ingatlah apa yang dicatat oleh rasul Petrus, “Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat.” (1 Petrus 3:17)

Kiranya ayat dan kutipan hari ini boleh menjadi prinsip kita sebagai orang Kristen di dalam menjalani kehidupan di akhir zaman ini, yaitu lebih baik mati daripada melanggar hukum Allah. 

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Titus 1 (Bagian 1) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah…

10 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

5 days ago