Seri Kehidupan Doa

Kehidupan Doa Part 5 – Nafas Kehidupan

Doa adalah nafas kehidupan.

Apa yang terjadi jika kita tidak bernafas? Pasti kita akan mati. Begitu juga dengan kehidupan kerohanian kita, jika kita tidak pernah berdoa, maka kerohanian kita akan mati.

Tidak heran kita dinasihati, “Tetaplah berdoa.” (1 Tesalonika 5:17)

Ada sebuah kesaksian dari seorang anak muda yang di dalam hidupnya selalu berdoa. Ia selalu berdoa kepada Tuhan sebelum mengambil keputusan ataupun sebelum melakukan sesuatu.

Saat berbelanja, ia berdoa untuk meminta tuntunan Tuhan.

Saat mencuci baju, ia berdoa.

Saat mau pergi, ia berdoa.

Saat ia memilih (makanan, pakaian, gadget, dll) ia berdoa.

Hingga ia berkata, “Tak sadarkah kita? Saat kita berdoa, Tuhan akan benar-benar menuntun kita untuk melakukan segala sesuatunya dan itu pasti yang terbaik. Tapi masalahnya kita jarang berdoa saat melakukan aktivitas. Padahal itu punya kuasa luar biasa…”

Bagaimana dengan kita?

Sadarkah kita? Bagaimana kita dilindungi Tuhan dalam hal-hal yang menurut kita ‘kecil’ seperti berdoa sebelum makan dan tiba-tiba setelah amin, kita lihat ada is staples di dalamnya. Padahal isi staples sangat kecil, tapi kita bisa lihat seakan-akan Tuhan tunjukkan.

Sadarkah kita? Bagaimana kita dituntun untuk membeli atau belanja yang memang sesuai kebutuhan kita sehingga kita tidak menjadi orang yang bijaksana dalam mengatur keuangan kita.

Dan banyak hal Tuhan selalu menuntun kita apabila kita berdoa dan selalu bertanya pada-Nya.

Jadi, selain pagi dan malam, marilah berdoa kepada-Nya di setiap langkah yang akan kita ambil dan di dalam segala aktivitas kita.

Mari kita selalu melangkah bersama dengan TUHAN dengan mendengar jawaban-Nya. Jangan lupa membaca firman Tuhan karena itulah yang akan diingatkan dan diajarkan oleh Roh Kudus saat kita melangkah dan akhirnya kita bisa mendengar suara-Nya.

Tetaplah berdoa dan membaca Firman-Nya.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

12 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 3) – Jangan Membiarkan Racun Tetap Melekat

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, semua orang yang melihatnya langsung menyimpulkan bahwa ia pasti…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 2) – Tetap Melayani di Tengah Tantangan

Setelah tiba di Pulau Malta, Paulus bukan hanya berdiam diri menikmati kehangatan api yang telah…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 1) – Kasih yang Dinyatakan Melalui Orang yang Tidak Kita Duga

Setelah selamat dari badai yang dahsyat, Paulus dan seluruh penumpang kapal akhirnya tiba di sebuah…

5 days ago