Seri Penyembuhan

Seri Penyembuhan (Bagian 2) – Hukum Alam dan Hukum Kesehatan

Kemarin kita sudah belajar bahwa penyakit timbul karena ada pelanggaran terhadap hukum Allah, yaitu hukum alam dan hukum kesehatan. Hari ini kita akan membuktikan bahwa hukum alam dan hukum kesehatan itu termasuk hukum Allah.

Mari kita buktikan bahwa hukum alam juga hukum Allah. Allah kita adalah Allah yang teratur, bukan? Itulah sebabnya Dia membuat hukum agar semuanya teratur karena “… segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur.” (1 Korintus 14:40)

Lalu apakah kita melihat keteraturan di dalam alam? Ya, tentu saja! Sekarang mari kita perhatikan cara bekerja planet kita ini yang tidak menabrak dengan planet lainnya. Itulah sebabnya dikatakan bahwa “Tangan dari kuasa yang tak terbatas itu selamanya bekerja memimpin planet ini. Kuasa Tuhanlah yang setiap saat digunakan untuk menjaga posisi planet ini pada porosnya.” (Testimonies for the Church, Vol. 8, 259.4)

Selain itu, jika kita perhatikan bunga-bunga ataupun pohon buah-buahan, maka kita bisa melihat keteraturan saat melihat pertumbuhan tumbuh-tumbuhan. Mulai dari benih lalu bertunas dan semakin lama semakin besar. Ini adalah hukum alam dimana ada keteraturan dalam pertumbuhan tumbuh-tumbuhan, bahkan juga kepada manusia ada keteraturan.

Lalu perhatikan hukum alam dalam mekanisme tubuh manusia, “Mekanisme tubuh manusia tidak dapat dipahami sepenuhnya; hal itu menunjukkan misteri-misteri yang mengherankan mereka yang paling cerdas. Tubuh manusia bukanlah hasil dari mekanisme, yang, sekali dibuat bergerak, terus melakukan pekerjaannya, hingga nadi dapat berdetak dan nafas mengikuti nafas. Di dalam Tuhan kita hidup dan bergerak dan bernyawa. Setiap nafas, setiap denyut jantung, adalah bukti yang tak putus-putusnya akan kuasa Tuhan yang selalu hadir.” (Testimonies for the Church, Vol. 8, 260.2)

Lihat! Ada keteraturan juga dalam mekanisme tubuh kita ini dan ini adalah bukti bahwa hukum alam juga termasuk hukum Allah.

Lalu bagaimana dengan hukum Kesehatan? Apakah itu juga termasuk hukum Allah? Ya, tentu saja! Tuhan kita Tuhan yang menjaga kebersihan bukan? Itulah sebabnya ada aturan yang Tuhan berikan, yaitu “Di luar perkemahan itu haruslah ada bagimu suatu tempat ke mana engkau pergi untuk kada hajat. Di antara perlengkapanmu haruslah ada padamu sekop kecil dan apabila engkau jongkok kada hajat, haruslah engkau menggali lobang dengan itu dan menimbuni kotoranmu.” (Ulangan 23:12-13)

Jadi, hukum Kesehatan juga merupakan hukum Allah.

Oleh karena itu, jika Tuhan sudah memberikan hukum-Nya kepada kita, maka tugas kita adalah menurut kepada semua yang Ia perintahkan kepada kita.

Kiranya renungan kita pada hari ini boleh mengingatkan kita untuk hidup teratur dan juga bersih secara jasmani maupun rohani.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 9 (Bagian 6) – Kesabaran dan Kemurahan Allah

“Jadi, kalau untuk menunjukkan murka-Nya dan menyatakan kuasa-Nya, Allah menaruh kesabaran yang besar terhadap benda-benda…

6 hours ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 5) – Siapakah Kita untuk Membantah Allah?

“Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya:…

1 day ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 4) – Apakah Allah Tidak Adil?

“Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati…

2 days ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 3) – Rencana Allah dan Pilihan-Nya

Pada bagian sebelumnya Paulus menjelaskan bahwa keturunan jasmani saja tidak otomatis menjadikan seseorang ahli waris…

3 days ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 2) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“Akan tetapi firman Allah tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel…

4 days ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 1) – Hati yang Merindukan Keselamatan Orang Lain

“Sejak pertobatannya [Paulus], ia sangat rindu untuk menolong saudara-saudara sebangsanya agar memperoleh pemahaman yang jelas…

5 days ago