Seri Ketika Sedang Sakit

Ketika Sedang Sakit (Bagian 5) – Kemampuan Tubuh Menyembuhkan Dirinya

Shalom, selamat hari Sabat.

Pernahkah anda teriris pisau? Apa yang anda lakukan ketika teriris pisau? Beberapa orang menggunakan obat merah atau betadine, namun ada juga yang hanya membersihkan lukanya lalu membiarkan saja sampai sembuh sendiri.

Ketika kulit kita tergores (sampai berdarah) sebenarnya tubuh akan secara otomatis berusaha menyembuhkan luka tersebut. Ketika darah keluar di dalam darah tersebut terdapat keping darah yang dapat berfungsi untuk menghentikan pendarahan dan juga terdapat sel darah putih lainnya seperti makrofag dan neutrofil yang akan memusnahkan bakteri-bakteri jahat yang mungkin ada pada luka tersebut.

Seperti halnya kulit, mekanisme penyembuhan yang sama juga terjadi pada bagian dalam tubuh manusia seperti pembuluh darah, jantung, otak, dll. Ketika organ bagian dalam kita rusak maka tubuh akan secara otomatis memperbaikinya dengan melibatkan sel darah putih, kolesterol, vitamin, mineral, dll.

Kalau tubuh bisa menyembuhkan dirinya sendiri apakah artinya kita tidak perlu berbuat apa-apa lagi?

“. . . tubuh haruslah dibantu dalam usahanya membuang kotoran-kotoran dan untuk membangun kembali kondisi yang sehat di dalam tubuh.”

The Ministry of Healing 127.1

Bukan artinya kita tidak berbuat apa-apa, namun justru kita perlu membantu tubuh dalam usahanya menyembuhkan dirinya. Lalu apa saja yang perlu kita lakukan untuk membantu tubuh di dalam proses penyembuhan? Kita akan membahasnya pada renungan kita berikutnya.

Hari ini kita belajar bahwa Tuhan dengan sangat luar biasa menciptakan tubuh manusia. Tuhan memperlengkapi kita dengan prajurit-prajurit kecil yang tak terlihat oleh mata telanjang seperti keping darah yang membantu kita dalam proses penyembuhan. Demikian juga pada hal-hal lainnya di dalam hidup ini, Tuhan akan senantiasa menyediakan segala kebutuhan kita.

Karena ‘”Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.'” (1 Korintus 2:9)

Kiranya renungan ini boleh menjadi berkat bagi kita semua dan kita selalu dalam keadaan yang sehat.

Selamat hari Sabat dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 4) – Hati yang Mau Diajar

Di bagian akhir Kisah Para Rasul 18, Alkitab memperkenalkan seorang bernama Apolos. Ia adalah orang…

8 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 3) – Ketika Tuhan Menggagalkan Rencana Manusia

Ketika pelayanan Paulus di Korintus semakin berkembang, orang-orang Yahudi yang menolak Injil mulai melawan Paulus.…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 2) – Jangan Diam

Di Korintus, pelayanan Paulus tidak selalu berjalan mudah. Ketika ia memberitakan Injil, sebagian orang mulai…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 1) – Menjadi Saksi

Setelah meninggalkan Atena, Paulus tiba di Korintus. Di sana ia bertemu dengan sepasang suami istri,…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 4) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Setelah Paulus menjelaskan tentang Allah yang benar di Atena, ia mulai berbicara tentang pertobatan dan…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 3) – Religius Belum Tentu Mengenal Tuhan

Setelah meninggalkan Berea, Paulus tiba di Atena, sebuah kota yang penuh dengan filsafat, budaya, dan…

6 days ago