Seri Ketika Sedang Sakit

Ketika Sedang Sakit (Bagian 4) – Bekerja Sama

Shalom, selamat hari Sabat.

Kita tahu ada beberapa kisah penyembuhan yang tercatat di dalam Alkitab yang terjadi secara langsung. Contohnya ketika Yesus menyembuhkan orang yang berpenyakit kusta. Dicatatkan di dalam Matius 8:3 “Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: ‘Aku mau, jadilah engkau tahir.’ Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.” 

Namun di dalam menyembuhkan orang, Yesus tidak selalu menggunakan metode penyembuhan langsung. Contohnya adalah kisah Yesus menyembuhkan orang buta. Yohanes 9:11 mencatatkan ‘”Orang yang disebut Yesus itu mengaduk tanah, mengoleskannya pada mataku dan berkata kepadaku: Pergilah ke Siloam dan basuhlah dirimu. Lalu aku pergi dan setelah aku membasuh diriku, aku dapat melihat.'” 

Orang buta tersebut dapat melihat bukan pada saat Yesus mengoleskan tanah pada matanya, namun pada saat ia membasuh dirinya di kolam Siloam sesuai arahan Yesus.

Dari situ kita dapat belajar bahwa kesembuhan yang kita peroleh memerlukan kerja sama antara kita dan Tuhan. Karena jikalau orang buta itu tidak pergi ke kolam maka tentu ia tidak dapat melihat. Tuhan rindu menyembuhkan kita yang sedang sakit. Namun doa saja tidak cukup, kita perlu melakukan bagian kita untuk dapat sembuh. 

Itulah sebabnya pena inspirasi menuliskan “Tuhan tidak senang dengan sikap tidak peduli terhadap hukum-hukum-Nya, baik hukum natural maupun spiritual. Kita harus menjadi pekerja bersama Allah untuk pemulihan kesehatan pada tubuh juga pada jiwa.” (The Desire of Ages 824.4)

Pertanyaannya, ketika sedang sakit seberapa sering kita mengeraskan hati dan tidak mau bekerja sama dengan Tuhan? Seberapa sering kita menginginkan kesembuhan namun tidak mau menyangkal selera lidah?

Tuhan tidak dapat menyembuhkan kita sementara kita tidak mau berusaha untuk sembuh. Karena kita adalah “. . . kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.” (1 Korintus 3:9)

Kiranya renungan ini boleh menjadi berkat bagi kita semua dan kita selalu dalam keadaan yang sehat.

Selamat hari Sabat dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 12 (Bagian 2) – Ketika Tuhan Menjawab di Luar Dugaan

Mari kita lanjutkan Kisah Para Rasul pasal 12, ketika Petrus berada di dalam penjara. Situasinya…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 12 (Bagian 1) – Di Tengah Tekanan, Tetap Berdoa

Mari kita belajar dari Kisah Para Rasul pasal 12, bagian awal yang menceritakan tentang penganiayaan…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 11 (Bagian 3) – Iman yang Terlihat dalam Tindakan

Di bagian akhir Kisah Para Rasul pasal 11, kita melihat sebuah peristiwa yang sederhana, tetapi…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 11 (Bagian 2) – Belajar Seperti Barnabas

Setelah orang-orang percaya di Yerusalem memahami penjelasan Petrus, kisah berlanjut kepada tersebarnya Injil ke berbagai…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 11 (Bagian 1) – Ketika Tuhan Membuka Pintu, Jangan Kita Menutupnya

Pasal ini terdiri dari dua perikop, dan hari ini kita akan membahas lanjutan dari pasal…

6 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 10 (Bagian 2) – Apakah Semua Makanan Menjadi Halal?

Kemarin kita telah belajar bahwa penglihatan Petrus bukan terutama tentang makanan, melainkan tentang cara pandang…

1 week ago