Seri Ketika Sedang Sakit

Ketika Sedang Sakit (Bagian 18) – Pikiran

Shalom, selamat hari Sabat.

Tahukah anda “Penyakit pikiran merajalela dimana-mana. Sembilan dari sepuluh penyakit yang menyiksa manusia memiliki fondasi mereka disini [pikiran].” (Mind, Character, and Personality, Vol. 1, 59.2) 

Dikatakan bahwa sembilan dari sepuluh penyakit berasal dari pikiran. Mengapa bisa demikian? Karena “Hubungan antara pikiran dan tubuh sangatlah dekat. Ketika satu terpengaruh, yang lain akan bersimpati. Kondisi pikiran mempengaruhi kesehatan fisik tubuh.” (Mind, Character, and Personality, Vol. 1, 59.3) 

Jadi pikiran dan tubuh itu tidak dapat dipisahkan. Anda mungkin bisa aja hidup dengan pola hidup yang sangat sehat namun kalau pikirannya terganggu maka anda bisa saja tetap sakit, dan begitu juga sebaliknya. Jadi kedua-duanya baik pikiran dan tubuh memang harus kita jaga.

“Penyakit kadang-kadang dihasilkan, dan sering diperparah, oleh imajinasi pikiran … Banyak yang meninggal dari penyakit yang disebabkan oleh sepenuhnya imajinasi.”— The Ministry of Healing, 241 (1905).

Mind, Character, and Personality, Vol. 1, 60.2

Mungkin anda sering memikirkan sesuatu secara berlebihan sehingga timbul rasa takut dan kuatir. Atau memikirkan sesuatu yang buruk yang sebenarnya tidak pernah terjadi. Pikiran takut, khawatir, dan cemas secara terus menerus tentu berdampak buruk bagi kesehatan kita. Tuhan Yesus tidak mau kita khawatir ataupun cemas. 

Yesus berkata di dalam Matius 6:26, 28, 30 “Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?

“Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,”

“Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?

Percayakah anda dengan janji Tuhan di atas? Berhentilah khawatir dan “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” (1 Petrus 5:7)

Selamat hari Sabat dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 4 (Bagian 5) – Iman yang Diperhitungkan sebagai Kebenaran

Pengalaman Abraham bukan hanya untuk dikenang sebagai kisah masa lalu. Apa yang terjadi pada Abraham…

1 day ago

Perenungan Roma 4 (Bagian 4) – Beriman Ketika Tidak Ada Harapan

Pada bagian sebelumnya, kita melihat bahwa janji Allah diterima melalui iman. Sekarang Paulus menunjukkan seperti…

2 days ago

Perenungan Roma 4 (Bagian 3) – Janji Diterima melalui Iman

Pada bagian sebelumnya, kita melihat bahwa Abraham menerima tanda sunat setelah ia dibenarkan melalui iman.…

3 days ago

Perenungan Roma 4 (Bagian 2) – Iman Sebelum Tanda

Jika pada bagian sebelumnya kita melihat bahwa Abraham dibenarkan karena iman, sekarang Paulus melanjutkan dengan…

4 days ago

Perenungan Roma 4 (Bagian 1) – Abraham Dibenarkan karena Iman

Setelah dalam Roma 3 Paulus menjelaskan bahwa manusia dibenarkan karena iman dan bukan karena melakukan…

5 days ago

Perenungan Roma 4 (Bagian 6) – Hidup oleh Iman kepada Kristus

Paulus sudah menjelaskan bahwa Abraham dibenarkan karena iman, bukan karena perbuatan. Ia percaya kepada janji…

6 days ago