Seri Ketika Sedang Sakit

Ketika Sedang Sakit (Bagian 15) – Udara (Bagian 1) – Ruangan Bersirkulasi

Shalom, selamat hari Sabat.

Udara adalah hal selanjutnya yang dapat membantu tubuh kita dalam proses penyembuhan. Di dalam tubuh, udara berperan untuk mengambil kotoran-kotoran dan membuangnya melalui nafas hidung. 

Udara juga dapat memperlancar aliran darah kita sehingga proses kerja tubuh seperti proses pencernaan dapat berlangsung dengan baik dan dapat meningkatkan nafsu makan. Itulah sebabnya ketika makan di alam terbuka dengan udara yang melimpah, nafsu makan kita dapat bertambah.

Udara juga dapat membuang keluar kotoran-kotoran yang ada dalam suatu ruangan agar ruangan itu menjadi bersih dan dipenuhi oleh oksigen. 

Sayangnya sering kali orang-orang sakit ditempatkan pada ruangan yang tidak ada sirkulasi udaranya, mungkin karena tidak adanya jendela ataupun ventilasi yang baik. Ini adalah hal yang sangat berbahaya karena “Efek yang ditimbulkan oleh berada dalam ruangan yang ventilasinya tertutup adalah sebagai berikut: Tubuh menjadi lemah dan tidak sehat, sirkulasi darah tertekan, dan darah mengalir dengan lambat pada tubuh karena tidak dibersihkan dan disegarkan oleh udara yang bersih dan segar. Pikiran menjadi depresi dan suram, sementara seluruh tubuh lemah; demam dan penyakit-penyakit akut lainnya besar kemungkinan bisa muncul.” (Testimonies for the Church, Vol. 1, 702.3)

Tapi bagaimana dengan udara angin malam? Bukankah itu berbahaya bagi kesehatan? Kita akan membahasnya pada renungan berikutnya. Hari ini kita belajar bahwa ketika sakit usahakan kita berada pada ruangan yang sirkulasi udaranya baik agar proses penyembuhan dapat berjalan dengan maksimal.

Bicara tentang udara, Kristus pernah menghardik angin yang ribut. “Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: ‘Diam! Tenanglah!’ Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.” (Markus 4:39)

Percayakah anda bahwa Kristus pun dapat meredakan angin masalah di dalam hidup anda? Mari percaya pada-Nya dan serahkan segala kekuatiran kita hanya pada Yesus.

Selamat hari Sabat dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 6 (Bagian 5) – Jangan Biarkan Dosa Berkuasa

“Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan…

11 hours ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 4) – Hidup bagi Allah dalam Kristus

“Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan…

1 day ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 3) – Manusia Lama Sudah Disalibkan

“Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang…

2 days ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 2) – Dikuburkan dan Dibangkitkan Bersama Kristus

“Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti…

3 days ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 1) – Mati terhadap Dosa

“Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah…

4 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 16) – Kasih Karunia Membawa kepada Hidup

“Supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran…

5 days ago