Seri Sepuluh Hukum

Seri Sepuluh Hukum (Bagian 10) – Hukum Keempat (Bagian 3) – Ingatlah dan Kuduskanlah

Shalom, selamat Sabat. Apakah hari ini adik-adik berbahagia?

Puji Tuhan kita akan kembali merenungkan Firman Tuhan mengenai sepuluh hukum bagian 10 dengan judul hukum keempat bagian 3, ingatlah dan kuduskanlah.

Kita telah belajar bahwa pada hari Sabat kita harus beribadah kepada Allah pencipta dan juga membaca Alkitab. Apakah adik-adik masih ingat?

Puji Tuhan kalau masih ingat, baiklah hari ini kita akan membahas hal lain yaitu bahwa hari Sabat adalah hari yang istimewa. Mari kita membaca kembali hukum Allah yang keempat ini

“tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.”

Keluaran 20:10

Dari ayat ini kita diajarkan agar tidak melakukan pekerjaan duniawi pada hari Sabat, mengapa? Karena hari itu adalah hari istimewa, kita harus memisahkan hari itu dari hari yang lain, itulah arti kata kudus. Dalam perintah Tuhan dikatakan “INGATLAH DAN KUDUSKAN.” Apa artinya?

Kata “Ingat” artinya kita tidak boleh lupa dan harus selalu mengingatnya di dalam pikiran kita. Selanjutnya, kata “kudus” artinya itu suci atau tidak boleh tercampur dengan yang lain, itulah sebabnya hari sabat dikatakan hari yang istimewa, kita tidak boleh mencampurkan urusan duniawi kita pada hari Sabat.

Hari Sabat juga dikatakan sebagai hari peringatan. Apakah adik-adik tau apa itu hari peringatan? Contohnya hari peringatan ulang tahun? Jika pernah bagaimana rasanya? Tentu saja kita gembira bukan? Begitu juga dengan hari Sabat, Tuhan memberikan hari Sabat untuk menjadi peringatan bahwa Ia adalah pencipta sekaligus hari yang diberkatinya yang diberikan kepada manusia agar kita boleh mendapat makanan rohani dari acara ibadah dan tidak melakukan pekerjaan duniawi.

Siapa yang menyukai hari Sabat? Mengapa? 

Wah senang sekali, kakak juga senang hari Sabat karena kita tidak perlu memikirkan pekerjaan yang memusingkan, atau PR atau hal lain, kita dapat menikmati berkat Tuhan dalam acara ibadah atau pergi ke alam untuk merenungkan kasih Tuhan dan hal lainnya yang mendekatkan diri kita kepada Tuhan.

Itu sebabnya dituliskan di dalam Yesaya 58:13-14 “Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat ‘hari kenikmatan’, dan hari kudus TUHAN ‘hari yang mulia’; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong, maka engkau akan bersenang-senang karena TUHAN…

Kiranya kita juga selalu terus bergembira menyambut hari Sabat.

Inilah renungan kita pada hari ini. Selamat Sabat dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 19 (Bagian 1) – Kuasa yang Mengubahkan Hidup

Ketika tiba di Efesus, Paulus bertemu dengan beberapa murid dan mengajukan sebuah pertanyaan yang menarik:…

24 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 4) – Hati yang Mau Diajar

Di bagian akhir Kisah Para Rasul 18, Alkitab memperkenalkan seorang bernama Apolos. Ia adalah orang…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 3) – Ketika Tuhan Menggagalkan Rencana Manusia

Ketika pelayanan Paulus di Korintus semakin berkembang, orang-orang Yahudi yang menolak Injil mulai melawan Paulus.…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 2) – Jangan Diam

Di Korintus, pelayanan Paulus tidak selalu berjalan mudah. Ketika ia memberitakan Injil, sebagian orang mulai…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 1) – Menjadi Saksi

Setelah meninggalkan Atena, Paulus tiba di Korintus. Di sana ia bertemu dengan sepasang suami istri,…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 4) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Setelah Paulus menjelaskan tentang Allah yang benar di Atena, ia mulai berbicara tentang pertobatan dan…

6 days ago