Renungan

Tiga Pelajaran dari Roti Sajian – Part 2

Kita sudah belajar pentingnya makan makanan yang sehat secara jasmani dan rohani. Sekarang mari kita lihat pelajaran kedua yang bisa kita ambil.

Selain harus selalu ada roti setiap hari, Tuhan juga memerintahkan, “Setiap hari Sabat ia harus tetap mengaturnya di hadapan TUHAN; itulah dari pihak orang Israel suatu kewajiban perjanjian untuk selama-lamanya.” (Imamat 24:8)

Apa artinya “mengaturnya”? Sejarawan yang bernama Josephus memberikan informasi yang cukup detail, “Dua tumpukan dibakar sebelum hari Sabat, dan pada Sabat pagi dibawa ke bilik suci, yang diatur di atas meja yang suci, enam [roti] dalam satu tumpukan, satu tumpukan bersandar pada tumpukan yang lain. … mereka tinggal disana sampai Sabat berikutnya, ketika roti yang baru dibawa dan yang lama diberikan kepada para imam untuk konsumsi mereka.” (http://www.jewishencyclopedia.com/articles/13611-showbread)

Jadi, selain setiap hari harus ada 12 roti yang diletakkan di atas meja, ternyata roti itu harus diganti dengan roti yang baru setiap hari Sabat, hari ketujuh. Apa maknanya bagi kita?

Secara fisik, makanan kita pada hari Sabat adalah makanan yang sudah dipersiapkan sejak sebelum hari Sabat tiba. Seperti halnya roti manna yang Tuhan berikan bagi bangsa Israel, hari jumat turun 2x lipat supaya itu menjadi persiapan untuk makanan mereka hari Sabat. Untuk itu hari ini kita belajar dan dihimbau untuk mempersiapkan hal itu sebelum hari Sabat tiba, supaya pada hari Sabat hanya tinggal persiapan kecil yang kita lakukan sehingga tidak mengganggu fokus kita pada ibadah dan persekutuan kita dengan saudara seiman.

Bukan hanya persiapan makanan fisik, tetapi juga rumah kita, baju-baju kita, dan segala sesuatu yang hendak kita lakukan pada hari Sabat, hendaklah kita persiapkan sebelum Sabat tiba. Itulah mengapa Alkitab menyebutkan dengan jelas bahwa hari sebelum Sabat adalah hari persiapan (Markus 15:42; Lukas 23:54; Yohanes 19:31).

“Mereka yang lalai mengadakan persiapan yang layak pada hari keenam (Jumat) untuk hari Sabat, sesungguhnya melanggar perintah yang keempat, dan menjadi pelanggar hukum Tuhan.”

To Be Like Jesus 137.3

Besok adalah hari persiapan, mari kita persiapkan dengan baik!

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 13 (Bagian 4) – Tetap Bersukacita Meski Ditolak

Setelah pemberitaan Paulus di Antiokhia Pisidia, banyak orang tertarik mendengarkan firman Tuhan. Bahkan pada hari…

20 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 13 (Bagian 3) – Jangan Menyia-nyiakan Kesempatan

“Dari Perga mereka melanjutkan perjalanan mereka, lalu tiba di Antiokhia di Pisidia. Pada hari Sabat…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 13 (Bagian 2) – Jangan Menolak Terang Kebenaran

Setelah diutus, Paulus dan Barnabas mulai memberitakan Injil ke berbagai tempat. Dalam perjalanan itu, mereka…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 13 (Bagian 1) – Dipanggil untuk Pekerjaan Tuhan

Kisah Para Rasul pasal 13 menjadi titik penting dalam perjalanan pekabaran Injil. Di pasal inilah…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 12 (Bagian 3) – Ditinggikan atau Direndahkan?

Setelah peristiwa pembebasan Petrus, kisah beralih kepada Raja Herodes. Ia tampil di hadapan rakyat dengan…

6 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 12 (Bagian 2) – Ketika Tuhan Menjawab di Luar Dugaan

Mari kita lanjutkan Kisah Para Rasul pasal 12, ketika Petrus berada di dalam penjara. Situasinya…

7 days ago