Renungan

Siapa yang Tidak Ingin Nama Besar?

Apa itu nama besar? 

Nama besar itu biasanya berbicara mengenai orang yang hebat, orang terkenal, orang yang luar biasa, bisa jadi mereka adalah penemu barang-barang yang berguna bagi kita saat ini, atau bisa juga ia adalah orang yang memiliki jabatan tinggi, yang mungkin juga memiliki uang yang sangat banyak, dan yang namanya bisa saja tercatat di dalam buku sejarah dunia.

Dan tentu saja banyak dari kita yang ingin memiliki nama besar juga, bukan?

Ya, tentu saja. Banyak orang yang pasti ingin memiliki nama besar. tetapi ingatlah bahwa “Nama besar di antara manusia adalah seperti huruf-huruf yang ditulis di atas pasir; tetapi karakter yang tidak bernoda akan bertahan sampai selama-lamanya.” (Testimonies for the Church, Vol. 5, 578.2)

Nama besar di antara manusia dikatakan seperti huruf yang ditulis di atas pasir, yang artinya kalau pasir itu tersapu oleh air di laut, maka nama tersebut akan hilang. Jadi, di sini kita diingatkan bahwa nama besar yang kita cari di dunia ini pada akhirnya akan hilang.

Itulah sebabnya kita diingatkan untuk lebih memikirkan karakter kita. Memperbaiki karakter kita yang masih banyak cacat celanya ini. Itu jauh lebih penting dari pada mencari nama besar di dunia ini karena karakter yang tidak bernoda akan bertahan selamanya.

Jika hari ini kita masih diberi waktu dan kesempatan oleh Tuhan masih boleh hidup, mari kita bertobat dan memperbaiki karakter kita. Ingatlah yang menjadi fokus kita yang utama bukan mencari nama besar di dunia, tetapi membentuk karakter yang sesuai dengan karakter Kristus.

Tak heran Alkitab menasihati kita di dalam 1 Petrus 4:2, “supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.” Kiranya renungan kita pada hari Sabat ini boleh mengingatkan kita semua untuk mulai fokus membentuk karakter kita agar seturut dengan kehendak Allah. 

Selamat Sabat dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 4) – Sukar Menendang ke Galah Rangsang

Kemarin kita sudah membahas “Mengapa engkau menganiaya Aku?” dan hari ini kita akan membahas ungkapan…

22 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 3) – Mengapa Engkau Menganiaya Aku?

Di hadapan Raja Agripa, Paulus melanjutkan kesaksiannya tentang peristiwa yang mengubah seluruh hidupnya. Dalam perjalanan…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 2) – Kuasa Tuhan yang Mengubahkan

Di hadapan Raja Agripa, Paulus mulai menceritakan kehidupannya sebelum bertobat. Ia menjelaskan bahwa dahulu ia…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 1) – Kesempatan untuk Bersaksi

Setelah berbagai tuduhan dan persidangan yang dialaminya, Paulus kini berdiri di hadapan Raja Agripa, Bernike,…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 25 (Bagian 6) – Kesempatan untuk Bersaksi

Setelah mendengar penjelasan Festus mengenai perkara Paulus, Raja Agripa berkata: “… ‘Aku ingin mendengar orang…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 25 (Bagian 5) – Yesus yang Hidup

Setelah Paulus naik banding kepada Kaisar, Raja Agripa dan Bernike datang mengunjungi Festus di Kaisarea.…

6 days ago