Renungan

Seri Misteri Kehidupan dan Kematian (Bagian 2) – Apa yang Dikerjakan Orang Mati

Halo, adik-adik! Kakak mau tanya dulu, “Kira-kira kalau orang sudah mati, apakah mereka bisa merasakan sakit?” 

Tentu saja orang yang sudah mati tidak dapat merasakan sakit lagi. Orang yang mati tidak tahu apa-apa lagi.

Sebelum kita berbicara kematian, kakak mau beritahu rahasia yang luar biasa. 

Tahukah kalian bahwa sebenarnya manusia itu tidak bisa mati atau hidup yang kekal.

Apa itu kekal? Kekal itu adalah selama-lamanya. Jadi, hidup kekal artinya manusia akan hidup selama-lamanya.

Ketika Allah menciptakan manusia, awalnya manusia tidak bisa mati atau hidup kekal. Manusia dapat selamanya hidup karena mereka makan dari buah pohon kehidupan yang diberikan Allah.

Lalu mengapa sekarang manusia mengalami kematian?

Jadi, manusia mengalami kematian karena mereka melanggar perintah Allah dan makan dari buah pengetahuan baik dan jahat, semenjak itulah manusia mengalami kematian.

Jika kita melihat sekeliling kita, maka kita akan menemukan banyak orang yang meninggal atau mati.

Apa kata Alkitab mengenai orang mati?

“Semua orang menangis dan meratapi anak itu. Akan tetapi Yesus berkata: ‘Jangan menangis; ia tidak mati, tetapi tidur.'”

Lukas 8:52

Jadi Alkitab menjelaskan bahwa orang mati itu seperti orang tidur, yang artinya tidak melakukan apa-apa.

Jadi sekali lagi kakak mau tanya:

Apakah mereka yang mati merasa sakit?

Tidak!

Ataukah mereka bisa merasa senang?

Tidak!

Dapatkah orang mati berjalan?

Tentu saja tidak!

Apakah ada ayat yang berkata bahwa orang mati tidak tahu apa-apa?

Ya! Mari kita baca di dalam Pengkhotbah 9:5. Demikian firman Tuhan, “Karena orang-orang yang hidup tahu bahwa mereka akan mati, tetapi orang yang mati tak tahu apa-apa, tak ada upah lagi bagi mereka, bahkan kenangan kepada mereka sudah lenyap.” (Pengkhotbah 9:5)

Jadi sekarang kita tahu bahwa tidak ada pekerjaan yang dilakukan orang mati, karena mereka hanya tidur dan mereka tidak tahu apa-apa.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Titus 1 (Bagian 1) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah…

8 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

5 days ago