Renungan

Seri Mengenai Batas (Bagian 4) – Menerjang Batas

Sudah tiga hari kita mempelajari tentang kuasa dan kasih Tuhan yang menembus batas akibat dosa, menghancurkan batas lahiriah, dan melampaui batas logika. Tuhan telah melakukan segala cara untuk menyelamatkan kita. Ia mengupayakan segalanya agar melayakkan manusia yang berdosa untuk menjadi anak-Nya.

Namun, ada banyak tantangan saat kita memilih menjadi pengikut Tuhan. 

Terkadang ada konsekuensi yang harus kita hadapi ketika kita menuruti perintah-Nya.

Mungkin teman-teman memandang kita aneh bahkan keluarga sendiri pun juga menganggap kita aneh dan mereka menentang kita. Selain itu bisa jadi kita akan kehilangan klien/pelanggan dan mengalami kerugian bisnis. Penghalang juga bisa datang dari diri sendiri.

Ada sebuah pertanyaan yang patut kita renungkan. Setelah semua yang Tuhan lakukan untuk kita, maukah kita menerjang batas untuk menerima dan mengikuti teladan Yesus? Atau kita sudah terbiasa dan nyaman memelihara dosa kesayangan?

Ingatlah bahwa Surga jauh lebih indah dari bayangan kita. Masihkah kita berharap dan rindu hidup di sana? Atau kita sudah nyaman dan asyik mengejar banyak hal di dunia ini? Jawablah dalam hati kita masing-masing.

Sebuah nasihat yang bisa menjadi pedoman bagi hidup kita, yaitu mulai hari ini “Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.” (Kolose 3:2)

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Titus 1 (Bagian 2) – Lebih Berharga daripada Jabatan

“Sebab sebagai pengatur rumah Allah seorang penilik jemaat harus tidak bercacat...” Titus 1:7 Ketika Paulus…

5 hours ago

Perenungan Titus 1 (Bagian 1) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

5 days ago