Renungan

Seri Kasih Allah (Bagian 4) – Pengharapan dan Penghiburan Melalui Alam

Kemarin kita sudah membahas kasih Allah dinyatakan kepada kita melalui anak-Nya yang tunggal yaitu Yesus Kristus untuk mati bagi kita agar kita bisa memperoleh keselamatan.

Hari ini kita akan membahas bagaimana alam juga memberikan pengharapan dan penghiburan bagi kita. Apakah benar di dalam alam ada pesan pengharapan dan penghiburan bagi kita?

Ya! Mari kita baca kutipan ini: “Dunia ini, meskipun sudah jatuh, bukanlah semata-mata menjadi duka dan kesengsaraan. Di dalam alam itu sendiri terdapat pesan-pesan pengharapan dan penghiburan. Dalam alam ini terdapat bunga-bunga dari pohon yang berduri, dan duri-duri yang ditutupi oleh bunga-bunga mawar.” (Steps to Christ 9.3)

Dari kutipan ini, mari kita lihat bunga mawar. Jika kita memperhatikan bunga mawar, tangkainya memiliki duri, tetapi bunganya begitu indah, bukan?

Saya pernah memiliki bunga mawar di taman rumah saya dan saat saya memegang tangkainya, saya merasa tangan saya tertusuk dan terasa sakit karena ada duri. Walaupun terasa sakit, saya tetap suka karena bunganya berwarna indah dan baunya sangat harum.

Sama seperti keadaan kita sekarang. Mungkin saat ini kita mengalami kekecewaan, penderitaan, kesedihan, kesusahan, dan lain-lainnya yang tidak menyenangkan, tetapi ada harapan dan hiburan saat kita mengingat janji Tuhan dan kebaikan-Nya dalam hidup kita.

Janji Tuhan itu pasti dan tidak akan pernah Ia ingkar janji. Salah satu janji Tuhan yang dicatat di dalam kitab Mazmur adalah “Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.” (Mazmur 46:2)

Kiranya renungan pagi hari ini bisa menguatkan kita semua. Amin.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Titus 1 (Bagian 1) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah…

10 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

5 days ago