Renungan

Sebuah Hadiah

Berapa banyak dari kita senang dengan hadiah? Atau berapa banyak dari kita suka memberikan hadiah untuk orang-orang yang kita kasihi?

Apa hadiah-hadiah yang akan kita berikan kepada mereka?

Ada sebuah anjuran “Agar hadiah itu berupa buku-buku yang dapat menolong pengertian akan firman Tuhan atau yang akan menambahkan cinta kita kepada perintah Tuhan.” (Review and Herald, December 26, 1882)

Mengapa ada anjuran untuk memberikan hadiah yang menolong orang untuk mengerti firman Tuhan? Karena itu akan “… menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.” (2 Timotius 3:15)

Hari ini, saat kita ingin memberikan hadiah, pikirkanlah sesuatu yang berguna bagi orang tersebut. Tidak hanya untuk keperluan mereka saat di dunia ini, tetapi lebih daripada itu, pikirkanlah juga keperluan mereka untuk masa kekekalan.

Biarlah renungan singkat pada pagi hari ini boleh menjadi refleksi kita masing-masing dan membuat kita lebih bijaksana dalam memberikan sebuah hadiah.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Titus 1 (Bagian 3) – Waspada terhadap Ajaran yang Menyesatkan

Setelah menjelaskan karakter yang harus dimiliki oleh seorang penatua, Paulus segera mengungkapkan alasannya. Jemaat di…

24 hours ago

Perenungan Titus 1 (Bagian 2) – Lebih Berharga daripada Jabatan

“Sebab sebagai pengatur rumah Allah seorang penilik jemaat harus tidak bercacat...” Titus 1:7 Ketika Paulus…

2 days ago

Perenungan Titus 1 (Bagian 1) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

6 days ago