Renungan Kitab Yesaya

Perenungan Yesaya 9 – Raja Damai

Saat membaca pasal ini, saya tertarik dengan satu ayat, yaitu ayat 5.

Siapakah itu? Tentu saja ayat ini berbicara tentang Yesus. Dan dari banyaknya nama yang disebutkan di ayat tersebut, saya tertarik dengan sebutan “Raja Damai.” Apa artinya? Dan apa maksudnya dengan damai? Mari kita sama-sama pelajari.

“Kristus adalah ‘Raja Damai’ (Yesaya 9:6), dan misi-Nya adalah untuk memulihkan kedamaian yang telah dirusak dosa di bumi dan surga. ‘Kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.’ Roma 5:1. Barang siapa setuju meninggalkan dosa dan membuka hatinya kepada kasih Kristus, menjadi seorang yang memperoleh kedamaian surga.”

Thoughts From the Mount of Blessing 27.2

“Tidak ada dasar kedamaian lain daripada ini. Kasih karunia Kristus yang diterima dalam hati, meredakan permusuhan; itu menghilangkan perselisihan dan memenuhi jiwa dengan kasih. Orang yang berdamai dengan Allah dan sesama manusia tidak bisa dibuat sengsara. Dengki tidak akan ada dalam hatinya; sangkaan-sangkaan jahat tidak mendapat tempat dalam hatinya; kebencian tidak ada. Hati yang selaras dengan Allah memperoleh damai surga dan akan menyebarkan pengaruhnya yang menyenangkan di sekitarnya. Roh kedamaian akan turun bagaikan embun ke hati yang lelah dan disusahkan oleh perselisihan-perselisihan duniawi.”

Thoughts From the Mount of Blessing 27.3

“Para pengikut Kristus diutus ke dunia dengan pekabaran damai. Barang siapa, melalui pengaruh kehidupan suci yang diam-diam dan tak sadar menyatakan kasih Kristus; barang siapa, melalui perkataan atau perbuatan, memimpin orang lain untuk meninggalkan dosa dan menyerahkan hatinya kepada Allah, adalah pembawa damai.”

Thoughts From the Mount of Blessing 28.1

Jadi, Kristus adalah Raja Damai dan misi-Nya adalah untuk memulihkan kedamaian yang telah dirusak dosa di bumi dan surga. Begitu juga kita sebagai pengikut-Nya akan menjadikan misi-Nya menjadi misi kita.

Oleh karena itu, marilah kita mulai membuka hati kita agar Kristus mengubah kehidupan kita dan kita memperoleh damai surga dan juga menyebarkan damai itu kepada banyak orang di sekitar kita.

Kiranya renungan hari ini boleh memberkati kita semua. 

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 8 (Bagian 8) – Menantikan Penebusan dengan Tekun

“Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga…

19 hours ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 7) – Dua Pengkhotbah

Renungan hari ini panjang. Pastikan Anda menyediakan waktu khusus untuk membaca sedikit lebih lama dari…

2 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 6) – Penderitaan Sekarang dan Kemuliaan yang Akan Datang

“Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan…

3 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 5) – Anak-Anak Allah

“Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah…

4 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 4) – Mematikan Perbuatan Daging

“Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan…

5 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 3) – Kematian untuk Sementara

“Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh…

6 days ago