Renungan Kitab Yesaya

Perenungan Yesaya 66 – Lenyap karena Daging Babi?

Siapa saja yang akan kena hukuman?

Mengapa di ayat ini disebutkan bahwa orang yang memakan babi akan lenyap sekaligus? Apakah memang tidak boleh makan daging babi?

Ya! Alkitab mencatat di dalam Imamat 11 dan juga Ulangan 14 apa saja yang boleh dimakan dan tidak boleh dimakan.

Apakah artinya jika bukan babi hutan boleh dimakan? Bacalah keseluruhan kitab Imamat 11 dan Ulangan 14, maka kita akan mendapati syarat yang boleh dimakan adalah binatang yang berkuku belah dan memamah biak. Dan jika ada babi yang memamah biak dan juga berkuku belah, maka boleh dimakan. Tetapi babi jenis apa pun yang tidak memamah biak walaupun ia berkuku belah, maka tetap tidak boleh dimakan.

Pelajaran apa yang bisa kita dapatkan?

“Daging babi, meskipun merupakan salah satu bahan makanan yang paling umum, namun merupakan salah satu makanan yang paling berbahaya … Tuhan tidak pernah menciptakan babi untuk dimakan dalam keadaan apa pun.”

Counsels on Health 116.1

“Memuaskan seleranya bukanlah tujuan utama manusia. Ada kebutuhan fisik yang harus dipenuhi; tetapi karena hal ini perlukah manusia dikendalikan oleh nafsu makannya? Akankah orang-orang yang berusaha menjadi suci, murni, halus, agar mereka bisa dimasukkan ke dalam perkumpulan malaikat surgawi, terus membunuh makhluk ciptaan Tuhan, dan menikmati daging mereka sebagai sebuah kemewahan? Berdasarkan apa yang telah Tuhan tunjukkan kepadaku, keadaan ini akan diubah, dan umat Tuhan yang khusus akan menerapkan pengendalian diri dalam segala hal.”

Counsels on Health 116.2

Ingatlah bahwa “… buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.” (Galatia 5:22-23)

Jadi, mari kita kendalikan selera makan kita. Pentingnya kita bisa mengendalikan diri atau penguasaan diri.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

17 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 3) – Jangan Membiarkan Racun Tetap Melekat

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, semua orang yang melihatnya langsung menyimpulkan bahwa ia pasti…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 2) – Tetap Melayani di Tengah Tantangan

Setelah tiba di Pulau Malta, Paulus bukan hanya berdiam diri menikmati kehangatan api yang telah…

6 days ago