Renungan Kitab Yesaya

Perenungan Yesaya 64 – Bentuklah Aku Sesuai Kehendak-Mu

Kita ini adalah tanah liat dan Tuhan adalah pengrajinnya. Ia akan membentuk tanah liat sesuai dengan kehendak-Nya. Itulah sebabnya kita seharusnya berkata, “Bentuklah aku, Tuhan sesuai dengan kehendak-Mu.” Dan percayalah bahwa hasil akhirnya pastilah indah.

Pena inspirasi mencatat demikian, “Sementara manusia merancang dan merencanakan untuk dirinya sendiri sesuatu yang Tuhan larang untuk dia lakukan, dia mengalami kesulitan. Dia mengeluh dan resah, dan kesulitannya terus bertambah. Namun ketika ia berserah diri seperti tanah liat di tangan tukang periuk, maka Tuhan mengolah manusia itu menjadi bejana kehormatan. Tanah liat itu diserahkan untuk dikerjakan. Jika Tuhan berkehendak, ratusan akan dikerjakan dan dijadikan bejana sesuai dengan pandangan-Nya yang terbaik.” (The SDA Bible Commentary, Vol. 4, 1154.3)

“Kehidupan Kristen adalah kehidupan sehari-hari yang berserah diri, patuh, dan terus menerus menang. Setiap hari kemenangan baru akan diraih. Keegoisan harus dihilangkan, dan kasih Allah harus terus dipupuk. Dengan demikian kita bertumbuh menjadi serupa dengan Kristus. Demikianlah kehidupan dibentuk menurut model ilahi.”

The SDA Bible Commentary, Vol. 4, 1154.5

Oleh karena itu, marilah kita serahkan kehidupan kita kepada Tuhan yang adalah pengrajin atau tukang periuk yang akan membentuk kita sesuai dengan kehendak-Nya. Belajarlah untuk berserah, patuh dan hilangkan segala keegoisan dalam diri. Biarlah Kristus masuk ke dalam diri kita dan kita menjadi seperti Kristus.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

14 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 3) – Jangan Membiarkan Racun Tetap Melekat

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, semua orang yang melihatnya langsung menyimpulkan bahwa ia pasti…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 2) – Tetap Melayani di Tengah Tantangan

Setelah tiba di Pulau Malta, Paulus bukan hanya berdiam diri menikmati kehangatan api yang telah…

6 days ago