Renungan Kitab Yesaya

Perenungan Yesaya 55 – Apakah Harta Berharga Kita?

Judul kita hari ini menjadi pertanyaan bagi kita semua, “Apakah harta yang paling berharga bagi kita?” Jawaban setiap orang mungkin saja berbeda-beda. Ada yang mungkin menjawab keluarga, benda kesayangan, atau lainnya. Tetapi mari kita sama-sama baca kutipan di bawah ini:

“Jika Kristus adalah harta yang berharga bagi Anda, jika Anda menemukan kepuasan terbesar di dalam Dia, jika Dia dihargai dan dikasihi di atas segalanya, jika Anda menganggap segala sesuatu sebagai kerugian agar Anda dapat memenangkan Dia, maka Anda sedang makan daging-Nya dan minum darah-Nya dan menjadi serupa dengan gambar-Nya. Orang yang lapar dan haus akan kebenaran akan terpuaskan.”

That I May Know Him 107.4

Ada sebuah undangan bagi kita semua. Apa isi undangannya? Undangannya adalah: “Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran! Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat.” (Yesaya 55:1-2)

Apakah kita mau menerima undangan-Nya? Jika mau, terimalah Kristus dalam hati kita dan jadikanlah Ia sebagai harta yang paling berharga bagi diri kita.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

16 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 3) – Jangan Membiarkan Racun Tetap Melekat

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, semua orang yang melihatnya langsung menyimpulkan bahwa ia pasti…

6 days ago