Renungan Kitab Yesaya

Perenungan Yesaya 51 – Simpan dalam Hati

Di dalam terjemahan lain, kalimat “menyimpan pengajaran-Ku dalam hatimu” diterjemahkan dalam ILT3 adalah “dalam hatinya terdapat torah-Ku” dan dalam KJV, “whose heart is my law.”

Arti pengajaran di sini adalah segala hukum atau aturan yang Tuhan berikan dan kita harus menyimpannya dalam hati kita. Dan penjelasan mengenai ayat ini, saya ambil dari pena inspirasi. Mari kita sama-sama membacanya.

“Sejak permulaan pertarungan yang besar itu, Setan bertujuan menampilkan tabiat Allah dengan cara yang salah, dan membangkitkan pemberontakan melawan hukum-Nya, dan usaha ini kelihatannya berhasil … Melalui godaan-godaan Setan segenap umat manusia telah menjadi pelanggar-pelanggar hukum Allah, tetapi oleh pengorbanan Anak-Nya satu jalan telah terbuka melalui mana mereka akan disanggupkan untuk menurut kepada hukum Bapa. Dengan demikian di dalam setiap zaman, dari tengah-tengah kemurtadan dan pemberontakan, Allah mengumpulkan satu umat yang setia kepada-Nya—satu umat yang ‘menyimpan pengajaran-Ku dalam hatimu!’ Yesaya 51:7.”

Patriarchs and Prophets 338.2

Jadi, marilah kita berdoa agar kita bisa menjadi penurut hukum Allah, bukan pelanggar hukum Allah. Biarlah kita menjadi umat Tuhan yang selalu menyimpan pengajaran atau hukum Tuhan di dalam hati kita.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Titus 1 (Bagian 2) – Lebih Berharga daripada Jabatan

“Sebab sebagai pengatur rumah Allah seorang penilik jemaat harus tidak bercacat...” Titus 1:7 Ketika Paulus…

24 minutes ago

Perenungan Titus 1 (Bagian 1) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

5 days ago