Renungan Kitab Yesaya

Perenungan Yesaya 27 – Menjaga dan Menyirami

Pada ayat sebelumnya, yaitu ayat 2 dikatakan mengenai kebun anggur yang elok. Kebun anggur identik dengan kaum Israel (baca Yesaya 5:7) atau bisa juga dikatakan umat Tuhan.

Jadi, ayat ini (ayat 3) mengingatkan kita akan 2 hal:

Pertama, Tuhanlah yang akan menjadi penjaga kita, umat-Nya yang setia. Ia akan senantiasa menjaga kita siang dan malam. Bukan hanya menjaga kita dari penyakit, penderitaan, atau penganiayaan, tetapi juga menjaga pikiran kita agar bisa tetap memandang pada Kristus.

Jadi, marilah kita tetap menjaga pikiran kita dengan berjaga dan berdoa. Jangan pernah lengah karena “Ketika dia berhenti berjaga dan berdoa, dia berhenti menjaga bentengnya, yaitu hatinya…. Perang yang terus-menerus melawan pikiran duniawi harus dipertahankan; dan kita harus dibantu oleh pengaruh kasih karunia Allah yang memurnikan, yang akan menarik pikiran ke atas dan membiasakan untuk merenungkan hal-hal yang murni dan suci.” (God’s Amazing Grace 224.2)

Kedua, Tuhan menyirami kita. Artinya Tuhan memberikan siraman kasih karunia-Nya agar kita tidak mati. Ia menyirami kita melalui firman-Nya sehingga kita bisa bertumbuh.

Tak heran kita diminta untuk “… merenungkan Taurat itu siang dan malam.” (Mazmur 1:2)

Kiranya renungan hari ini boleh memberkati kita semua. 

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

5 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 3) – Jangan Membiarkan Racun Tetap Melekat

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, semua orang yang melihatnya langsung menyimpulkan bahwa ia pasti…

5 days ago