Renungan Kitab Yesaya

Perenungan Yesaya 14 – Berpuas Diri

Salah satu pasal yang paling sering diambil ayatnya untuk menggambarkan Lucifer adalah Yesaya 14:12-14. Dan hari ini saya tertarik untuk membahas ayat 13-14. Perhatikan ayat tersebut.

Sebelum membahas ayat tersebut, kita perlu tahu mengenai Lucifer yang menjadi awal mula dosa. Siapakah Lucifer? Apa kedudukan Lucifer di surga?

“Dosa berasal dari dia, yang setingkat lebih rendah dari Kristus, dan yang paling dihormati oleh Tuhan dan yang tertinggi dalam kuasa dan kemuliaan di antara penduduk surga. Lucifer, ‘bintang fajar,’ adalah yang terutama dari antara kerubium, suci tak bernoda.”

Patriarchs and Prophets 35.1

Jadi Lucifer sebenarnya memiliki kedudukan yang tinggi, hanya setingkat lebih rendah dari Kristus dan dia juga dihormati. Tetapi ternyata itu semua tidak membuat Lucifer puas.

Sedikit demi sedikit Lucifer memanjakan keinginan untuk meninggikan diri … Sekalipun segenap kemuliaannya itu berasal dari Tuhan, malaikat yang berkuasa ini merasa bahwa itu datang dari dalam dirinya sendiri. Tidak puas dengan kedudukannya, sekalipun dihormati di atas segenap penduduk surga, ia mencoba untuk merebut kehormatan yang hanya layak bagi Khalik saja. Gantinya berusaha agar menjadikan Allah terutama di dalam kasih dan kesetiaan seluruh makhluk kejadian, ia mencoba untuk mengalihkan pelayanan dan kesetiaan mereka kepada dirinya sendiri. Merasa ingin akan kemuliaan yang Allah Bapa telah tanamkan di dalam Anak-Nya, penghulu malaikat ini telah bercita-cita untuk memperoleh kuasa yang merupakan hak mutlak Kristus.”

Patriarchs and Prophets 35.2

Dari sini kita belajar untuk tidak meninggikan diri dan juga belajar untuk berpuas diri. Itulah sebabnya di dalam hukum Tuhan yang terakhir dikatakan “jangan mengingini” yang artinya kita diminta untuk bersyukur dan berpuas diri dengan apa yang ada. Jadi belajarlah mencukupkan diri atau berpuas diri.

Kiranya renungan hari ini boleh menjadi berkat bagi kita semua.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 5 (Bagian 8) – Kasih Allah Dicurahkan dalam Hati

“Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh…

15 hours ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 7) – Pengharapan yang Tidak Mengecewakan

“Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh…

2 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 6) – Kesengsaraan, Ketekunan, dan Tahan Uji

“Dan ketekunan menimbulkan tahan uji, dan tahan uji menimbulkan pengharapan.” Roma 5:4 Pada bagian sebelumnya,…

3 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 5) – Bermegah dalam Kesengsaraan

“Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu,…

4 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 4) – Bermegah dalam Pengharapan

Setelah mengatakan bahwa melalui Kristus kita memperoleh jalan masuk kepada kasih karunia, Paulus melanjutkan dalam…

5 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 3) – Jalan Masuk kepada Kasih Karunia

Setelah menjelaskan bahwa kita memiliki damai dengan Allah melalui Yesus Kristus, Paulus melanjutkan dalam Roma…

6 days ago