Renungan Kitab Yeremia

Perenungan Yeremia 24 – Dua Keranjang Buah Ara

Pasal ini mencatat mengenai Yeremia yang mendapat penglihatan tentang dua keranjang buah ara: keranjang pertama berisi buah ara yang baik dan keranjang kedua berisi buah ara yang jelek.

Apa yang dilambangkan dari dua keranjang itu?

Pertama, buah ara yang baik melambangkan umat Yehuda yang dibuang ke Babel. Mereka akan dipelihara dan suatu hari akan dipulihkan oleh TUHAN (baca ayat 5-7).

Kedua, buah ara yang jelek melambangkan raja Zedekia, para pemimpin, dan orang-orang yang masih tinggal di Yerusalem atau yang melarikan diri ke Mesir, yang akan mengalami kehancuran dan malapetaka (baca ayat 8-10).

Pelajaran apa yang bisa kita ambil? Mungkin setiap orang berbeda-beda, tetapi ada hal yang saya renungkan, yaitu pemulihan. Janji pemulihan diberikan kepada mereka yang ditawan di Babel.

Dari sini kita diingatkan bahwa Tuhan juga berjanji kepada kita bahwa kita akan dipulihkan dan masuk dalam kerajaan Surga apabila kita setia kepada-Nya sampai akhir.

Oleh karena itu, “… Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan. “ (Wahyu 2:10)

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Titus 1 (Bagian 1) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah…

14 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

6 days ago