Renungan Kitab Ulangan

Perenungan Ulangan 25 – Transaksi yang Tidak Jujur

Renungan hari ini panjang, jadi ambil waktu lebih untuk membacanya.

Pasal ini serupa dengan pasal sebelumnya yang berisi berbagai hukum dan pengaturan yang Tuhan berikan kepada umat Israel untuk menjaga keadilan, belas kasih, dan kesucian dalam kehidupan bermasyarakat.

Salah satu yang ingin saya bahas adalah mengenai kecurangan (baca ayat 13-16).

Mengenai ayat tersebut, pena inspirasi menjelaskan mengenai pentingnya integritas dan kejujuran.

“Orang jujur, menurut ukuran Kristus, adalah orang yang akan menunjukkan integritas yang teguh. Timbangan palsu dan neraca palsu, yang digunakan banyak orang untuk memajukan kepentingan mereka di dunia, adalah kekejian di mata Allah. Namun, banyak orang yang mengaku menaati perintah-perintah Allah sebenarnya berurusan dengan timbangan palsu dan neraca palsu.”

Testimonies for the Church Vol. 4, 310.2

“Umat Kristen harus bertransaksi dengan kesadaran bahwa mata Allah tertuju kepada mereka. Mereka tidak boleh menggunakan timbangan palsu atau timbangan yang menipu.”

Reflecting Christ 272.4

Apa contoh yang dicatat di pena inspirasi mengenai transaksi yang benar? Ada beberapa contoh, tetapi saya ingin bagikan satu saja.

“Jika ada cacat pada barang yang dijual, ia memberi tahu pembeli dengan jujur, meskipun dengan melakukan hal itu ia mungkin tampak merugikan kepentingan keuangannya sendiri.”

Reflecting Christ 272.6

Jadi, kalau ada cacat atau kekurangan dalam barang yang kita jual, maka kita harus memberitahu dengan jujur walaupun mungkin harganya harus kita turunkan atau orang tidak jadi membelinya. Tapi kejujuran dalam bisnis sangatlah penting.

Jadilah orang yang jujur karena pena inspirasi mencatat mengenai orang yang tidak jujur demikian: “Tidak ada orang yang tidak jujur terhadap Tuhan atau terhadap sesamanya dapat benar-benar makmur.” (Counsels on Stewardship 77.3)

Ada hal lain yang diingatkan kepada kita semua ketika kita tidak jujur.

“Para malaikat Allah, yang mengamati perkembangan karakter dan menimbang nilai moral, mencatat dalam kitab-kitab surga transaksi-transaksi kecil yang mengungkapkan karakter. Jika seorang pekerja dalam panggilan hidup sehari-hari tidak setia dan meremehkan pekerjaannya, dunia tidak akan menghakimi secara keliru jika mereka mengukur standar agamanya berdasarkan standar bisnisnya.”

Testimonies for the Church Vol. 4, 310.2

Jadi, ingatlah setiap transaksi yang kita lakukan juga dicatat oleh malaikat. Marilah kita hidup jujur dalam segala aspek, entah saat dilihat orang ataupun tidak.

Kiranya renungan hari ini boleh menjadi berkat bagi kita semua.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

22 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 3) – Jangan Membiarkan Racun Tetap Melekat

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, semua orang yang melihatnya langsung menyimpulkan bahwa ia pasti…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 2) – Tetap Melayani di Tengah Tantangan

Setelah tiba di Pulau Malta, Paulus bukan hanya berdiam diri menikmati kehangatan api yang telah…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 1) – Kasih yang Dinyatakan Melalui Orang yang Tidak Kita Duga

Setelah selamat dari badai yang dahsyat, Paulus dan seluruh penumpang kapal akhirnya tiba di sebuah…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 27 (Bagian 8) – Tuhan Setia Menepati Janji-Nya

Setelah berhari-hari diterpa badai, akhirnya kapal itu mendekati daratan. Para awak kapal berusaha mengarahkan kapal…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 27 (Bagian 7) – Bersyukur di Tengah Badai

Sudah empat belas hari mereka terombang-ambing di tengah badai. Mereka hampir tidak makan karena rasa…

6 days ago