Renungan Kitab Rut

Perenungan Rut 4 – Mengapa Kisah Rut Dicatat di Alkitab?

Sebenarnya saya pernah bertanya, “Mengapa kisah Rut ini dicatat di Alkitab?” Tentu saja karena ada hal penting yang ingin disampaikan kepada kita, bukan?

Nah, pada pasal terakhir dari kitab ini, saya mendapatkan jawaban mengapa kisah Rut dicatat di dalam Alkitab. Mungkin setiap dari kita memiliki jawaban berbeda dan tentu itu tidaklah salah. Kita sudah pernah membahas pada “Seri Menyelidiki Alkitab (Bagian 25) – Mengapa Kita Memerlukan Matius, Markus, dan Penulis Lainnya?” yang bisa ditonton penjelasannya di: https://youtu.be/P5UkvFcM-AQ

Bagi saya secara pribadi, ada banyak alasan mengapa kitab ini diberikan pada kita. Tetapi saya tertarik pada pasal 4 yang membahas mengenai tebus menebus.

Saat berbicara mengenai tebus menebus ini, maka kita tahu bahwa awalnya orang tersebut mau menebus, tetapi begitu tahu bahwa akan memperoleh Rut juga, maka orang tersebut tidak bisa menebusnya dan akhirnya kita semua tahu bahwa Boas yang menebusnya.

Dari sini saya diingatkan oleh Kristus yang menebus kita. Ia tahu apa yang akan Ia terima saat di dunia ini tidak hanya hal-hal yang baik, tetapi terlebih lagi penderitaan, caci maki yang Ia akan tanggung bahkan mati di Salib bagi kita. Itulah sebabnya Yesaya 53:3-7 khususnya menggambarkan bagaimana Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan, ia tertikam oleh karena pemberontakan kita.

Jadi, harga yang Yesus bayar untuk kita bisa selamat sangat besar. Itulah sebabnya mari kita mengucap syukur atas anugerah-Nya bagi kita dengan cara kita menyenangkan hatinya. Bagaimana cara menyenangkan hati TUHAN? Apakah dengan korban bakaran?

“Tetapi jawab Samuel: ‘Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.’”

1 Samuel 15:22

Oleh karena itu, marilah mulai dari hari ini kita berkomitmen untuk mau mendengarkan dan memperhatikan semua yang Tuhan sudah firmankan pada kita serta kita menurutinya karena Yesus sendiri berkata, “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.” (Yohanes 14:15)

Kiranya renungan ini boleh memberkati kita semua.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 5) – Kesaksian Paling Kuat

Setelah menegur Paulus dengan kata-kata, "Sukar bagimu menendang ke galah rangsang," Yesus tidak berhenti sampai…

7 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 4) – Sukar Menendang ke Galah Rangsang

Kemarin kita sudah membahas “Mengapa engkau menganiaya Aku?” dan hari ini kita akan membahas ungkapan…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 3) – Mengapa Engkau Menganiaya Aku?

Di hadapan Raja Agripa, Paulus melanjutkan kesaksiannya tentang peristiwa yang mengubah seluruh hidupnya. Dalam perjalanan…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 2) – Kuasa Tuhan yang Mengubahkan

Di hadapan Raja Agripa, Paulus mulai menceritakan kehidupannya sebelum bertobat. Ia menjelaskan bahwa dahulu ia…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 1) – Kesempatan untuk Bersaksi

Setelah berbagai tuduhan dan persidangan yang dialaminya, Paulus kini berdiri di hadapan Raja Agripa, Bernike,…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 25 (Bagian 6) – Kesempatan untuk Bersaksi

Setelah mendengar penjelasan Festus mengenai perkara Paulus, Raja Agripa berkata: “… ‘Aku ingin mendengar orang…

5 days ago